Partai Demokrat Diperkirakan Kuasai Penuh Kongres AS

Selasa, 03 November 2020 - 20:24 WIB
loading...
Partai Demokrat Diperkirakan...
Ketua Senat Minoritas dari Partai Demokrat Chuck Schumer dan pemimpin Demokrat lainnya berdiri di US Capitol pada 22 Oktober 2020. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Partai Demokrat diperkirakan mengontrol penuh Kongres Amerika Serikat (AS) pada pemilu Selasa (3/11). Namun hasil resmi dari lima negara bagian diperkirakan akan tertunda beberapa hari hingga bulan.

Dengan meningkatnya kekecewaan publik pada Presiden Donald Trump yang membebani Partai Republik di penjuru negeri, para pemilih segera memutuskan apakah akan mengakhiri karir politik para senator Republik, termasuk aliansi Trump yakni Lindsey Graham dari South Carolina dan moderat Susan Collins dari Maine.

Secara total, 12 kursi yang dipegang Republik dan dua kursi yang dipegang Demokrat sedang diperebutkan, berdasarkan analisis Reuters terhadap tiga pengamat pemilu AS non-partisan, Pusat Politik di Universitas Virginia, Cook Political Report, dan Inside Elections.



"Ada pertempuran udara di seluruh negeri," ungkap Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell, tokoh Republik di Kongres, dilansir Reuters. (Baca Juga: Twitter dan Facebook Punya Jurus Cegah Klaim Kemenangan Dini Pemilu AS)

Dia menggambarkan kemungkinan Partai Republik menguasai mayoritas Senat dengan "perbandingan 50-50." (Lihat Infografis: Pakar: Trump Akan Menang Pilpres, Meski Kalah dalam Survei)

Peluang tersebut tampak optimis, berdasarkan perkiraan ketiga lembaga politik tersebut. (Lihat Video: Pangeran Williams Diam-diam Pernah Positif Covid-19)

Mereka meramalkan bahwa Demokrat dapat muncul dengan 55 kursi dari 100 kursi Senat, memberi mereka mayoritas untuk pertama kalinya dalam satu dekade di Senat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
AS Bukan Lagi Negeri...
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
Mengapa Perang Iran...
Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya
3 Isu yang Mengguncang...
3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025
Meski Sudah Dijamu di...
Meski Sudah Dijamu di Gedung Putih, Mengapa Zohran Mamdani Tetap Sebut Trump sebagai Fasis?
Mengapa Trump Gagal...
Mengapa Trump Gagal Bendung Kemenangan Besar Partai Demokrat pada Pemilu Gubernur dan Wali Kota AS?
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Berita Terkini
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved