Serangan Atas Nama Islam Membuat Muslim Prancis Makin Terstigmatisasi
Selasa, 03 November 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Nilai dasar sekularisme menjadi dasar kebebasan beragama justru digunakan beberapa negara bagian di Prancis untuk mengekang praktik beragama umat Islam. Presiden Prancis bisa saja mengajukan undang-undang yang digunakan untuk memperkuat hukum sekularisme 1905 yang lahir karena konflik dengan gereja Katolik Roma.
(Baca juga : Pilpres Amerika, Mayoritas Yahudi Israel Ingin Trump Kembali Jadi Presiden AS )
Pidato Presiden Macron yang disampaikannya saat upacara pemakaman guru Samuel Paty yang dibunuh karena melihatkan gambar Nabi Muhammad di kelas, telah memicu boikot terhadap produk asal Prancis di Asia Selatan hingga Timur Tengah. Dia dituding menyebarkan sentimen anti-Muslim. Macron menyatakan dirinya membela hak warga Prancis menggambar karikatur Nabi Muhammad. (Baca juga: Ribuan Formasi Guru CPNS Guru Kosong, Ini Langkah Kemendikbud)
“Serangan terhadap saudara yang beribadah sungguh menyentuh,” kata imam besar Masjid Ar Rahman di Nice, Otman Aissaoui. “Sekali lagi, kita terstigmatisasi dan orang mulai bergerak cepat,” katanya. Dia mengatakan, banyak umat Islam semakin tidak nyaman.
Kemudian menurut Abdallah Zekri, pejabat Dewan Prancis untuk Muslim,umat Muslim tidak perlu merasa bersalah atau bertanggung jawab. “Kita seharusnya tidak menjustifikasi diri kita,” katanya.
(Baca juga : Pilpres Amerika, Mayoritas Yahudi Israel Ingin Trump Kembali Jadi Presiden AS )
Pidato Presiden Macron yang disampaikannya saat upacara pemakaman guru Samuel Paty yang dibunuh karena melihatkan gambar Nabi Muhammad di kelas, telah memicu boikot terhadap produk asal Prancis di Asia Selatan hingga Timur Tengah. Dia dituding menyebarkan sentimen anti-Muslim. Macron menyatakan dirinya membela hak warga Prancis menggambar karikatur Nabi Muhammad. (Baca juga: Ribuan Formasi Guru CPNS Guru Kosong, Ini Langkah Kemendikbud)
“Serangan terhadap saudara yang beribadah sungguh menyentuh,” kata imam besar Masjid Ar Rahman di Nice, Otman Aissaoui. “Sekali lagi, kita terstigmatisasi dan orang mulai bergerak cepat,” katanya. Dia mengatakan, banyak umat Islam semakin tidak nyaman.
Kemudian menurut Abdallah Zekri, pejabat Dewan Prancis untuk Muslim,umat Muslim tidak perlu merasa bersalah atau bertanggung jawab. “Kita seharusnya tidak menjustifikasi diri kita,” katanya.
Lihat Juga :