Dampak Pandemi Covid-19, Kapal Pesiar Berkarat dan Keuangan Sekarat
Selasa, 03 November 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Di atas kertas kapal pesiar diperhitungkan dapat berlayar selama beberapa dekade sebelum masuk ke tempat pembuangan. (Baca juga: Ribuan Formasi CPNS Guru Kosong, Ini Langkah Kemendikbud)
Sebenarnya tidak sedikit perusahaan yang senang membeli kapal bekas. Fred Olsen Cruises asal Inggris misalnya. Mereka sering membeli kapal bekas dari Holland America, anak Carnival Corp.
“Saya kira saat ini tak banyak perusahaan pelayaran di dunia yang mau membeli kapal mengingat kondisi keuangan sulit dan bisnisnya menurun,” ujar Bill Miller, pengamat industri kapal pesiar. “Saya yakin penjualan satu kapal saja pasti sulit dan lama. Jadi opsi terbaiknya menjualnya ke tukang loak,” tambahnya.
Pembongkaran
Ketika kapal pesiar tiba di Aliga, kapal itu akan dibongkar dan dipereteli untuk dijual per komponen. Semua yang ada di dalam kabin dicopot, mulai dari furnitur hingga kamar mandi. Begitu juga dengan pernak-pernik dan aksesoris interior. Semuanya akan dijual murah kepada kolektor atau para pebisnis lokal.
“Menyaksikan objek begitu besar dipereteli di pinggir pantai merupakan pemandangan yang luar biasa, tapi juga menyedihkan,” kata Peter Knego, kolektor furnitur kapal pesiar untuk menghiasi rumahnya.
“Saya seperti sedang menyaksikan film fiksi ilmiah. Saya juga sering mengunjungi tempat seperti ini di dunia,” ucapnya. (Baca juga: 5 Cara Ajarkan Anak Rajin Gosok Gigi di Rumah)
Sebenarnya tidak sedikit perusahaan yang senang membeli kapal bekas. Fred Olsen Cruises asal Inggris misalnya. Mereka sering membeli kapal bekas dari Holland America, anak Carnival Corp.
“Saya kira saat ini tak banyak perusahaan pelayaran di dunia yang mau membeli kapal mengingat kondisi keuangan sulit dan bisnisnya menurun,” ujar Bill Miller, pengamat industri kapal pesiar. “Saya yakin penjualan satu kapal saja pasti sulit dan lama. Jadi opsi terbaiknya menjualnya ke tukang loak,” tambahnya.
Pembongkaran
Ketika kapal pesiar tiba di Aliga, kapal itu akan dibongkar dan dipereteli untuk dijual per komponen. Semua yang ada di dalam kabin dicopot, mulai dari furnitur hingga kamar mandi. Begitu juga dengan pernak-pernik dan aksesoris interior. Semuanya akan dijual murah kepada kolektor atau para pebisnis lokal.
“Menyaksikan objek begitu besar dipereteli di pinggir pantai merupakan pemandangan yang luar biasa, tapi juga menyedihkan,” kata Peter Knego, kolektor furnitur kapal pesiar untuk menghiasi rumahnya.
“Saya seperti sedang menyaksikan film fiksi ilmiah. Saya juga sering mengunjungi tempat seperti ini di dunia,” ucapnya. (Baca juga: 5 Cara Ajarkan Anak Rajin Gosok Gigi di Rumah)
Lihat Juga :