Tersangka Kedua Serangan Pisau di Gereja Prancis Ditangkap

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 22:56 WIB
loading...
A A A
Saudara Issaoui memberi tahu Al Arabiya bahwa ia memberi tahu keluarganya akan tidur di depan gereja, dan mengirimi mereka foto yang menunjukkan dirinya di katedral tempat serangan itu terjadi. Seorang tetangga memngatakan ia mengenal pelaku sebagai seorang mekanik dan melakukan pekerjaan serabutan. Pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda radikalisasi.

Serangan itu adalah yang ketiga dalam waktu kurang dari dua bulan yang oleh pihak berwenang Prancis dikaitkan dengan ekstremis Muslim, termasuk pemenggalan kepala seorang guru yang telah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW di kelas setelah gambar-gambar itu diterbitkan ulang oleh majalah satir Charlie Hebdo.(Baca juga: Kartun Nabi Muhammad Jadi Bahan Diskusi, Guru di Prancis Dipenggal )

Gambar itu sangat menyinggung banyak umat Muslim, dan pengunjuk rasa membakar bendera Prancis, menginjak potret Macron atau menyerukan boikot produk Prancis pada demonstrasi Jumat di beberapa negara.

Pemerintah Prancis mengatakan bahwa 3.500 tentara cadangan akan bergabung dengan ribuan lainnya untuk melindungi sekolah dan situs keagamaan. Sekolah tetap buka selama penutupan nasional yang dimulai Jumat untuk membendung penyebaran virus, tetapi layanan keagamaan dibatalkan - kecuali hari Minggu ini untuk Hari Semua Orang Kudus.

Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan bahwa negara itu "berperang" dengan ekstremis Islam, dan anggota parlemen konservatif untuk wilayah Nice, Eric Ciotti, menyerukan "Guantanamo bergaya Prancis" untuk menahan tersangka teroris.

Banyak Muslim Prancis mengecam pembunuhan tersebut, sambil memperingatkan agar tidak menstigmatisasi mayoritas Muslim yang damai di negara itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved