Pandemi Memburuk, Dokter di Belgia Diminta Bekerja Meski Positif Covid-19

Rabu, 28 Oktober 2020 - 19:22 WIB
loading...
A A A
Juru bicara pemerintah Belgia untuk memerangi virus Corona, Yves Van Laethem, memperingatkan bahwa kecuali orang Belgia mengubah perilaku mereka, unit perawatan intensif akan mencapai kapasitas 2.000 pasien dalam 15 hari.

Pada konferensi pers hari Senin, Van Laethem mengatakan bahwa 1.000 dari tempat tidur intensif negara itu telah digunakan, dengan total 1.250 akan ditempati pada akhir minggu.

"Baik penerimaan rumah sakit dan perawatan intensif berlipat ganda setiap delapan hari," tambahnya.

Dalam wawancara dengan penyiar negara RTBF, Van Laethem menambahkan bahwa keputusan akan dibuat tentang apakah akan memberlakukan penguncian kedua sebelum akhir minggu. Ia menambahkan bahwa jika Belgia tidak melihat tanda-tanda perlambatan masuk rumah sakit, tindakan yang lebih ketat mungkin diperlukan.

Pemerintah Belgia telah memberlakukan aturan baru pada minggu lalu dalam upaya memperlambat penyebaran virus. Jam malam diberlakukan setiap hari dari tengah malam hingga jam 5 pagi, restoran dan kafe ditutup untuk layanan di tempat, dan orang-orang diharapkan bekerja dari rumah kecuali jika itu tidak mungkin. Acara olahraga amatir telah dibatalkan dan semua kompetisi profesional harus berlangsung tanpa penonton.

Sementara Van Laethem mengatakan bahwa meskipun memungkinkan untuk keluar dari kondisi ini tanpa penguncian, pihak berwenang sedang mempersiapkan semua kemungkinan, dan jika penguncian kedua diberlakukan, pemerintah tidak akan menyia-nyiakan dua atau tiga hari sebelum memberlakukannya.(Baca juga: Pertama di Eropa Barat, Spanyol Catat 1 juta Kasus Virus Corona )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Belgia Koreksi Klaim...
Belgia Koreksi Klaim AS tentang Gabung Dewan Perdamaian Trump
Picu Kontroversi, Patung...
Picu Kontroversi, Patung Bayi Yesus ‘Tanpa Wajah’ Dicuri di Brussels
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
Agent Kim Reactivated...
Agent Kim Reactivated Rajai Netflix Global, Jadi Drama Korea Terpopuler di 22 Negara
Piche Kota Bersyukur...
Piche Kota Bersyukur Status Tersangka Gugur, Tetap Kooperatif di Sidang
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved