Trump Kantongi Kemenangan Awal Jelang Pemilu Presiden
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidatonya, Barret mendeklarasikan diri bahwa dirinya independen dari Trump dan proses politik. “Sumpah saya menunjukkan kalau saya akan melakukan pekerjaan tanpa takut atau mendukung serta independen dari politik dan preferensi saya,” katanya. (Baca juga: DPR Dorong Pengembangan Pendidikan Indonesia Timur)
Senat Amerika memberikan dukungan kepada hakim Mahkamah Agung Amy Coney Barrett dalam pemungutan suara 52-48 pada Senin (26/10) malam. Itu menunjukkan belum pernah ada hakim Mahkamah Agung lainnya yang dikonfirmasi tanpa dukungan sama sekali dari Fraksi Minoritas sedikitnya dalam 150 tahun.
Senator Republik Susan Collins dari negara bagian Maine memilih membelot. Dia bergabung dengan seluruh kaukus Demokrat yang memberikan suara menentang konfirmasi Barrett. Collins mengatakan dia tidak akan memberikan suara untuk konfirmasi Barrett karena berdekatan pemungutan suara dengan pemilihan presiden minggu depan.
Barrett merupakan hakim ketiga di Mahkamah Agung yang beranggotakan sembilan orang yang dicalonkan oleh Presiden Donald Trump. Dia memperkuat dan mengarahkan keseimbangan ideologisnya menjadi mayoritas enam hakim agung konservatif lawan tiga hakim agung liberal. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)
Partai Demokrat berpendapat bahwa keputusan memilih calon untuk kursi hakim MA itu seharusnya diserahkan kepada kandidat mana pun yang memenangkan pemilihan presiden, sama sikap Partai Republik ketika ada kekosongan pada tahun pemilihan awal 2016. Partai Republik kemudian menolak untuk mempertimbangkan calon Presiden Demokrat Barack Obama ketika itu, yakni hakim banding, Merrick Garland.
Senat Amerika memberikan dukungan kepada hakim Mahkamah Agung Amy Coney Barrett dalam pemungutan suara 52-48 pada Senin (26/10) malam. Itu menunjukkan belum pernah ada hakim Mahkamah Agung lainnya yang dikonfirmasi tanpa dukungan sama sekali dari Fraksi Minoritas sedikitnya dalam 150 tahun.
Senator Republik Susan Collins dari negara bagian Maine memilih membelot. Dia bergabung dengan seluruh kaukus Demokrat yang memberikan suara menentang konfirmasi Barrett. Collins mengatakan dia tidak akan memberikan suara untuk konfirmasi Barrett karena berdekatan pemungutan suara dengan pemilihan presiden minggu depan.
Barrett merupakan hakim ketiga di Mahkamah Agung yang beranggotakan sembilan orang yang dicalonkan oleh Presiden Donald Trump. Dia memperkuat dan mengarahkan keseimbangan ideologisnya menjadi mayoritas enam hakim agung konservatif lawan tiga hakim agung liberal. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)
Partai Demokrat berpendapat bahwa keputusan memilih calon untuk kursi hakim MA itu seharusnya diserahkan kepada kandidat mana pun yang memenangkan pemilihan presiden, sama sikap Partai Republik ketika ada kekosongan pada tahun pemilihan awal 2016. Partai Republik kemudian menolak untuk mempertimbangkan calon Presiden Demokrat Barack Obama ketika itu, yakni hakim banding, Merrick Garland.
Lihat Juga :