Trump Kantongi Kemenangan Awal Jelang Pemilu Presiden

Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
“Senat melakukan hal yang benar,” kata Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell. Sedangkan Senator Demokrat Elizabeth Warren, dari negara bagian Massachusetts, menyebut pemungutan suara itu “tidak sah” dan merupakan “hembusan napas terakhir dari partai yang putus asa."

Barrett berpotensi mempertimbangkan sengketa pemilihan yang melibatkan Trump , meskipun tidak jelas apakah dia akan melepaskan dirinya dari kasus itu karena Trump menunjuknya ke MA. Dalam dengar pendapat konfirmasi di depan Komite Kehakiman Senat dua minggu lalu dia menolak untuk mengatakan apakah dia akan menghindari perselisihan tentang batas waktu yang diperpanjang bagi pemilih untuk mengembalikan surat suara dan isu-isu lain yang dipertentangkan oleh Partai Republik dan Partai Demokrat. (Baca juga: Satgas Tegaskan Pandemi Corona Tak Kenal Kata Libur)

Dengan kemenangan Barret, maka itu menciptakan pertarungan politik yang brutal dan berisiko tinggi, yang terjadi pada saat AS sudah penuh dengan perselisihan partisan dan tekanan psikologis. “Sela pada posisi hakim agung menjadi kartu buas pada pertarungan,” kata Jim Manley, mantan penasehat Senator Harry Reid yang pernah menjadi pemimpin Partai Demokrat di Senat, dilansir Reuters.

Dengan Trump berhasil menunjuk hakim agung dari kalangan konservatif, maka itu akan memicu perpecahan dan polarisasi AS kurang beberapa hari sebelum pemilu. “Itu akan menjadi pertarungan besar. Itu akan berdampak serius terhadap pemilu,” kata David Gergen, penasehat politik yang pernah menjabat pada empat presiden AS, baik Republik dan Demokrat. Selama Trump berkuasa, dia sudah menunjuk dua hakim konservatif yakni Neil Gorsuch pada 2017 dan Brett Kavanaugh pada 2018. (Lihat videonya: Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Kembali Turun ke Jalan)

Pengadilan tertinggi di AS sering kali menjadi institusi yang memberi keputusan akhir tentang undang-undang yang sangat kontroversial, perselisihan antara negara bagian dan pemerintah federal, dan banding terakhir untuk menghentikan eksekusi. Dalam beberapa tahun terakhir, pengadilan telah memperluas pernikahan homoseksual ke semua 50 negara bagian, mengizinkan larangan perjalanan Presiden Trump diberlakukan dan menunda rencana AS untuk mengurangi emisi karbon sementara banding diajukan. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved