Bantah Klaim Erdogan, Umat Islam Prancis Bilang Tak Dianiaya
Selasa, 27 Oktober 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Prancis dan Turki adalah sekutu di keanggotaan NATO. Hubungan keduanya mencapai titik terendah selama pekan ini ketika Paris memanggil pulang duta besarnya dari Ankara pada hari Sabtu setelah Erdogan mengatakan Macron "membutuhkan perawatan kesehatan mental" untuk sikapnya terhadap Islam.
Kekuatan Muslim lainnya telah bergabung dengan boikot terhadap produk Prancis, termasuk Kuwait dan Qatar. Sedangakan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengecam penggunaan kebebasan berbicara yang "oportunistik" untuk menargetkan Muslim.
"Muslim adalah korban utama dari 'pemujaan kebencian'—diberdayakan oleh rezim kolonial dan diekspor oleh klien mereka sendiri," katanya.
Di Eropa, komentar Erdogan tentang kesehatan Macron dikecam oleh Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sebagai komentar yang "tidak dapat diterima".
Macron dijadwalkan bertemu dengan perwakilan CFCM di Istana Elysee pada hari Senin dan baru-baru ini membahas RUU tentang "separatisme" dengan tokoh agama lainnya.
Kekuatan Muslim lainnya telah bergabung dengan boikot terhadap produk Prancis, termasuk Kuwait dan Qatar. Sedangakan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengecam penggunaan kebebasan berbicara yang "oportunistik" untuk menargetkan Muslim.
"Muslim adalah korban utama dari 'pemujaan kebencian'—diberdayakan oleh rezim kolonial dan diekspor oleh klien mereka sendiri," katanya.
Di Eropa, komentar Erdogan tentang kesehatan Macron dikecam oleh Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sebagai komentar yang "tidak dapat diterima".
Macron dijadwalkan bertemu dengan perwakilan CFCM di Istana Elysee pada hari Senin dan baru-baru ini membahas RUU tentang "separatisme" dengan tokoh agama lainnya.
(min)
Lihat Juga :