Protes Pernyataan Macron Soal Islam, Pakistan Panggil Dubes Prancis
Selasa, 27 Oktober 2020 - 01:50 WIB
loading...
A
A
A
"Saya akan meminta Anda untuk menempatkan larangan serupa terhadap Islamofobia dan kebencian terhadap Islam di Facebook yang telah Anda terapkan untuk Holocaust," kata Khan. ( Baca juga: Janji Moderasi Konten, Pakistan Buka Blokir TikTok )
Bulan ini, Facebook mengatakan sedang memperbarui kebijakan ujaran kebencian untuk melarang konten yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust.
"Seseorang tidak dapat mengirim pesan bahwa sementara pesan kebencian terhadap beberapa pihak tidak dapat diterima, sementara ini dapat diterima terhadap yang lain. Sikap seperti itu adalah mencerminkan prasangka dan bias yang akan mendorong radikalisasi lebih lanjut," ujar Khan.
Sebagai tanggapan, seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tersebut menentang semua bentuk kebencian dan tidak mengizinkan serangan berdasarkan ras, etnis, asal negara, atau agama. ( Baca juga: Ada Seruan Timur Tengah Boikot Produk Prancis karena Kartun Nabi, Paris Gusar )
"Kami akan menghapus perkataan yang mendorong kebencian ini, segera setelah kami menyadarinya. Facebook memiliki "lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata juru bicara tersebut.
Bulan ini, Facebook mengatakan sedang memperbarui kebijakan ujaran kebencian untuk melarang konten yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust.
"Seseorang tidak dapat mengirim pesan bahwa sementara pesan kebencian terhadap beberapa pihak tidak dapat diterima, sementara ini dapat diterima terhadap yang lain. Sikap seperti itu adalah mencerminkan prasangka dan bias yang akan mendorong radikalisasi lebih lanjut," ujar Khan.
Sebagai tanggapan, seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tersebut menentang semua bentuk kebencian dan tidak mengizinkan serangan berdasarkan ras, etnis, asal negara, atau agama. ( Baca juga: Ada Seruan Timur Tengah Boikot Produk Prancis karena Kartun Nabi, Paris Gusar )
"Kami akan menghapus perkataan yang mendorong kebencian ini, segera setelah kami menyadarinya. Facebook memiliki "lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata juru bicara tersebut.
(esn)
Lihat Juga :