'Bela' Penerbitan Kartun Nabi Muhammad, Macron: Kami Tidak Akan Menyerah
Senin, 26 Oktober 2020 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengatakan tidak akan pernah "melepaskan" kartun tersebut, dalam upacara untuk menghormati Paty pada minggu lalu. "Dia dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita. Mereka tidak akan pernah memilikinya," kata Macron kala itu.
Insiden tersebut telah memicu perdebatan tentang menghormati agama dan mendorong banyak pemimpin di dunia Islam untuk mengutuk kejahatan tersebut tetapi menekankan pentingnya menghormati para nabi dan simbol-simbol Islam. Ada beberapa kampanye media sosial di negara-negara Muslim yang menyerukan pemboikotan produk Prancis.
Imam besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb mengutuk pemenggalan tersebut, tetapi mengatakan menghina agama atas nama kebebasan berbicara adalah ajakan untuk membenci. ( Baca juga: Agamanya Dihina, Pogba Pilih Mundur dari Timnas Prancis? )
"Saya menekankan bahwa menghina agama dan menyerang simbol suci mereka di bawah panji kebebasan berekspresi adalah standar ganda intelektual dan undangan terbuka untuk kebencian," ujarnya.
Insiden tersebut telah memicu perdebatan tentang menghormati agama dan mendorong banyak pemimpin di dunia Islam untuk mengutuk kejahatan tersebut tetapi menekankan pentingnya menghormati para nabi dan simbol-simbol Islam. Ada beberapa kampanye media sosial di negara-negara Muslim yang menyerukan pemboikotan produk Prancis.
Imam besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb mengutuk pemenggalan tersebut, tetapi mengatakan menghina agama atas nama kebebasan berbicara adalah ajakan untuk membenci. ( Baca juga: Agamanya Dihina, Pogba Pilih Mundur dari Timnas Prancis? )
"Saya menekankan bahwa menghina agama dan menyerang simbol suci mereka di bawah panji kebebasan berekspresi adalah standar ganda intelektual dan undangan terbuka untuk kebencian," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :