Jerman Minta Maaf setelah Menghapus Israel dari Peta
Jum'at, 08 Mei 2020 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
MAD mengatakan hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kesalahan itu disebabkan oleh kurangnya ketekunan dan kontrol kualitas yang tidak memadai daripada tindakan yang disengaja atau niat politik.
"Saya secara intensif bertukar pandangan tentang kesalahan ini dalam percakapan pribadi dengan karyawan yang bertanggung jawab," kata Dr Christof Gramm, presiden Layanan Kontra-Intelijen Militer, dalam email kepada Jerusalem Post, yang dilansir Jumat (8/5/2020).
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan secara tegas meminta maaf. Itu seharusnya tidak terjadi pada dinas kontra intelijen militer yang memerangi antisemitisme dan ekstremisme. Kami akan meningkatkan manajemen kualitas kami untuk publikasi."
"Saya secara intensif bertukar pandangan tentang kesalahan ini dalam percakapan pribadi dengan karyawan yang bertanggung jawab," kata Dr Christof Gramm, presiden Layanan Kontra-Intelijen Militer, dalam email kepada Jerusalem Post, yang dilansir Jumat (8/5/2020).
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan secara tegas meminta maaf. Itu seharusnya tidak terjadi pada dinas kontra intelijen militer yang memerangi antisemitisme dan ekstremisme. Kami akan meningkatkan manajemen kualitas kami untuk publikasi."
(min)
Lihat Juga :