Perang Kata-kata Memanas, Prancis Tuduh Turki Bangkitkan Kebencian
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengulangi kekecewaan Prancis atas kegagalan Turki untuk mengutuk pembunuhan mengerikan terhadap guru Samuel Paty atau untuk mengekspresikan solidaritas dengan Prancis setelah serangan itu. (Baca: Erdogan: Macron Perlu Perawatan Mental atas Sikapnya terhadap Muslim )
Paty dipenggal oleh seorang pria Chechnya yang berusia 18 tahun karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi tentang kebebasan berbicara dan berekspresi di kelas.
Serangan itu menyebabkan guncangan mendalam di Prancis, terjadi lima tahun setelah pembantaian ekstremis di kantor majalah satire Charlie Hebdo, yang pertama kali menerbitkan kartun-kartun yang dipandang oleh banyak Muslim sebagai ofensif.
Macron memuji Paty sebagai "pahlawan diam" yang menjunjung tinggi nilai-nilai sekuler Prancis dan bersumpah bahwa negara tidak akan menyerah soal kartun tersebut. Hal itu membuat Erdogan marah.
“Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini: pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.
Paty dipenggal oleh seorang pria Chechnya yang berusia 18 tahun karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi tentang kebebasan berbicara dan berekspresi di kelas.
Serangan itu menyebabkan guncangan mendalam di Prancis, terjadi lima tahun setelah pembantaian ekstremis di kantor majalah satire Charlie Hebdo, yang pertama kali menerbitkan kartun-kartun yang dipandang oleh banyak Muslim sebagai ofensif.
Macron memuji Paty sebagai "pahlawan diam" yang menjunjung tinggi nilai-nilai sekuler Prancis dan bersumpah bahwa negara tidak akan menyerah soal kartun tersebut. Hal itu membuat Erdogan marah.
“Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini: pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.
Lihat Juga :