Anggap Kelompok Teroris, Estonia Larang Anggota Hizbullah Masuki Negaranya

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:03 WIB
loading...
Anggap Kelompok Teroris,...
Estonia telah mengumumkan akan melarang anggota Hizbullah dan mereka yang berafiliasi dengan kelompok itu memasuki wilayahnya. Foto/REUTERS
A A A
TALLIN - Estonia telah mengumumkan akan melarang anggota Hizbullah dan mereka yang berafiliasi dengan kelompok itu memasuki wilayahnya. Estonia menyebut Hizbullah menimbulkan ancaman serius bagi mereka.

"Hizbullah merupakan ancaman yang cukup besar bagi internasional dan juga untuk keamanan Estonia," kata Kementerian Luar Negeri Estonia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (25/10/2020). ( Baca juga: AS Sanksi Dua Anggota Senior Hizbullah )

"Dengan langkah ini Estonia berdiri di samping Amerika Serikat (AS), Inggris, Belanda, Jerman dan Lithuania serta negara-negara lain yang telah menyimpulkan bahwa Hizbullah menggunakan cara-cara teroris dan merupakan ancaman bagi keamanan banyak negara," sambungnya.

Estonia menambah panjang negara yang memasukan Hizbullah atau sayap militer Hizbullah kedalam daftar teroris atau cekal, karena dianggap bisa menimbulkan ancaman bagi keamanan.

Awal tahun ini, Kolombia, Honduras, Inggris dan Argentina telah memasukan Hizbullah dalam daftar hitam kelompok teroris. ( Baca juga: Hizbullah Gempur Tentara Israel di Perbatasan Lebanon)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved