AS Sanksi Dua Anggota Senior Hizbullah

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:32 WIB
loading...
AS Sanksi Dua Anggota...
AS menjatuhkan sanksi kepada Sheikh Nabil Qaouk, mantan kepala militer Hizbullah di Lebanon selatan. Foto/Arab News
A A A
WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) telah memberikan sanksi kepada dua pejabat tinggi Hizbullah , termasuk seorang mantan komandan militer di selatan negara itu.

Para petinggi Hizbullah yang terkena sanksi adalah Nabil Qaouk dan Hassan Al-Baghdadi, keduanya anggota Dewan Pusat Hizbullah. Dewan itu bertanggung jawab untuk memilih anggota badan pembuat keputusan teratas grup, Dewan Shoura. Qaouk juga menjabat sebagai komandan militer Hizbullah di Lebanon selatan dari tahun 1995 hingga 2010.(Baca juga: Raja Salman: Hizbullah Telah Menghancurkan Lebanon, Harus Dilucuti )

"Hari ini kami menunjuk dua pejabat Hizbullah, yang selanjutnya mengekspos aktivitas kelompok teroris dan mengganggu jaringan operasionalnya," kata Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dalam sebuah tweet seperti dilansir dari Arab News, Sabtu (24/10/2020).



Pemerintahan Trump telah meningkatkan sanksi terhadap kelompok militan Lebanon yang didukung Iran itu dan lembaga-lembaga yang terkait dengannya ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menargetkan anggota parlemen dan sekutu kelompok tersebut untuk pertama kalinya. AS menganggap kelompok itu, yang bersenjata berat dan punya kekuatan militer serta politik yang dominan di Lebanon, sebagai organisasi teroris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved