Gelombang Kedua, Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Tembus 250 Ribu
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Prancis menjadi negara ketujuh yang melaporkan lebih dari 1 juta kasus virus Corona pada hari Jumat. Ini telah menjadi salah satu negara yang paling terpukul dalam gelombang kedua dan telah memberlakukan jam malam di sebagian besar negara.(Baca juga: Susul Spanyol, Kasus Covid-19 di Prancis Tembus 1 Juta )
Menurut analisis Reuters jumlah rata-rata kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan setiap hari di Prancis telah meningkat selama 10 hari berturut-turut.
Spanyol baru-baru ini juga telah melewati angka 1 juta kasus dan melaporkan 136 kematian pada rata-rata tujuh hari terakhir dari kematian yang dilaporkan. Angka kematiannya sekitar 7,38 per 10.000 orang adalah yang tertinggi di Eropa dan tertinggi kedua di dunia setelah Peru.(Baca juga: Pertama di Eropa Barat, Spanyol Catat 1 juta Kasus Virus Corona )
Berdasarkan penghitungan Reuters, penghitungan virus Corona global telah mencapai sekitar 42,1 juta kasus dan 1,1 juta kematian.
Sementara layanan kesehatan sejauh ini belum kewalahan sejauh gelombang pertama, otoritas medis telah memperingatkan kemungkinan lonjakan permintaan tempat tidur perawatan intensif karena cuaca yang lebih dingin memaksa lebih banyak orang di dalam ruangan dan infeksi menyebar.
Menurut analisis Reuters jumlah rata-rata kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan setiap hari di Prancis telah meningkat selama 10 hari berturut-turut.
Spanyol baru-baru ini juga telah melewati angka 1 juta kasus dan melaporkan 136 kematian pada rata-rata tujuh hari terakhir dari kematian yang dilaporkan. Angka kematiannya sekitar 7,38 per 10.000 orang adalah yang tertinggi di Eropa dan tertinggi kedua di dunia setelah Peru.(Baca juga: Pertama di Eropa Barat, Spanyol Catat 1 juta Kasus Virus Corona )
Berdasarkan penghitungan Reuters, penghitungan virus Corona global telah mencapai sekitar 42,1 juta kasus dan 1,1 juta kematian.
Sementara layanan kesehatan sejauh ini belum kewalahan sejauh gelombang pertama, otoritas medis telah memperingatkan kemungkinan lonjakan permintaan tempat tidur perawatan intensif karena cuaca yang lebih dingin memaksa lebih banyak orang di dalam ruangan dan infeksi menyebar.
(ber)
Lihat Juga :