Enam Kesimpulan dari Debat Capres AS Ronde Terakhir

loading...
Enam Kesimpulan dari Debat Capres AS Ronde Terakhir
Debat Capres AS putara terakhir antara Presiden Donald Trump dengan penantangnya Joe Biden berjalan lebih baik dari pada debat pertama. Foto/ABC News
A+ A-
WASHINGTON - Tertinggal dalam jajak pendapat dengan pemilu 3 November hanya tinggal 12 hari lagi, Presiden Donald Trump berada di bawah tekanan selama debat calon presiden terakhir untuk menghidupkan kembali kampanyenya yang lesu melawan saingannya dari Partai Demokrat Joe Biden.

Berikut enam kesimpulan dari debat tersebut yang dinukil dari Reuters, Jumat (23/10/2020):

MALAM YANG LEBIH BERADAB
Setelah debat Trump-Biden pertama pada bulan September berubah menjadi pertandingan yang kacau balau, moderator mengatakan mereka akan mematikan mikrofon masing-masing kandidat untuk memungkinkan yang lain berbicara tanpa gangguan selama dua menit di awal setiap segmen debat yang berlangsung 15 menit.


Tombol mute tidak banyak berperan, dan bahkan selama segmen debat bebas yang tersisa, para kandidat mempertahankan sikap yang lebih "beradab" daripada pada pertemuan terakhir mereka.



Trump tampaknya menunjukkan perilaku terbaiknya di awal malam - bahkan kepada moderator Kristen Welker, anggota korps pers Gedung Putih yang sering dia cela.

“Sejauh ini, saya sangat menghormati cara Anda menangani (debat) ini,” katanya.

Namun seiring berlalunya debat, Trump kembali ke bentuk semula - membicarakan Welker dan mengejek Biden saat dia berbicara.



LEBIH BAIK DARI ABRAHAM LINCOLN?
Penolakan Trump untuk mengutuk kelompok supremasi kulit putih dalam debat pertama mungkin merupakan kesalahan terbesarnya sendiri.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top