Pemenggalan Guru karena Kartun Nabi Muhammad Ungkap Perpecahan Sekuler Prancis

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 01:09 WIB
loading...
A A A
Pemerintah mengaku mengetahui ada masalah dengan swasensor di antara para guru. Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah Gabriel Attal kepada wartawan.

Kurikulum nasional Prancis menetapkan kerangka kerja dan mengarahkan guru ke situs web yang menyarankan materi pengajaran dan rencana pelajaran. Untuk pelajaran tentang kebebasan berekspresi bagi anak usia 13 tahun—kelas yang sama yang diajarkan Paty— kartun karya Charlie Hebdo adalah saran umum.

"Karikatur bukanlah Mein Kampf," kata guru sejarah Maxime Reppert, mengacu pada manifesto Nazi Hitler. "Mereka bukan panggilan untuk menghasut kebencian."

Dalam penghormatan emosional kepada Paty pada hari Rabu, Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis akan mempertahankan nilai-nilainya dan melindungi para gurunya. "Tekanan, pelecehan dan ketidaktahuan tidak memiliki tempat di Prancis," katanya.

Banyak guru menginginkan jaminan yang lebih konkrit dari Macron dan pemerintahnya ketika liburan paruh waktu Oktober berakhir.

“Haruskah saya membicarakan ini dengan murid-murid saya ketika mereka kembali, dengan karikatur Nabi di tangan,” kata seorang guru seni yang tidak mencantumkan namanya dari publikasi.

Keheningan, lanjut dia, mungkin lebih buruk. "Hari ini saya takut. Tapi terlebih lagi apa yang bisa menjadi kengerian seperti itu jika kita membiarkan ketakutan ini mencampuri perdebatan."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Prancis Larang Masuk...
Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved