Armenia-Azerbaijan Berperang, Iran Gelar Latihan Pertahanan Udara
Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:58 WIB
loading...
Iran melakukan latihan perang pertahanan udara di tengah berkecamuknya perang di Nagorno Karabakh. Foto/Newsweek
A
A
A
TEHERAN - Iran menggelar latihan perang besar-besaran untuk menunjukkan kemampuan mereka melindung wilayah udaranya. Latihan ini digelar di tengah berkecamuknya perang di Nagorno Karabakh .
Latihan gabungan yang dikenal sebagai the Guardians of the Sky Velayat-99 diluncurkan apda Rabu kemarin, melibatkan elemen militer konvensional serta pasukan elit Garda Revolusi. Kedua pasukan bersiap untuk bertahan dari simulasi serangan udara di area yang lebih dari setengah luas negara.
Juru bicara komando gabungan Iran, Brigadir Jenderal Abbas Farajpour, menggambarkan misi mereka adalah untuk mencegah penambahan, agresi atau pelanggaran batas udara negara dan memastikan keamanan langit Iran untuk semua pesawat yang terbang di atas langit negara itu.
Tahap pertama latihan melihat mobilisasi sistem pertahanan rudal dan radar seperti Tabas, Mersad, Khordad ke-15 dan Khordad ke-3, sistem yang diyakini telah menjatuhkan drone RQ-4 Global Hawk milik angkatan laut Amerika Serikat (AS) di atas Teluk Persia pada bulan Juni tahun lalu.
"Sistem ini terus-menerus mengalami peningkatan dan meningkatkan kemampuan operasional," kata Farajpour seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (22/10/2020).
Latihan gabungan yang dikenal sebagai the Guardians of the Sky Velayat-99 diluncurkan apda Rabu kemarin, melibatkan elemen militer konvensional serta pasukan elit Garda Revolusi. Kedua pasukan bersiap untuk bertahan dari simulasi serangan udara di area yang lebih dari setengah luas negara.
Juru bicara komando gabungan Iran, Brigadir Jenderal Abbas Farajpour, menggambarkan misi mereka adalah untuk mencegah penambahan, agresi atau pelanggaran batas udara negara dan memastikan keamanan langit Iran untuk semua pesawat yang terbang di atas langit negara itu.
Tahap pertama latihan melihat mobilisasi sistem pertahanan rudal dan radar seperti Tabas, Mersad, Khordad ke-15 dan Khordad ke-3, sistem yang diyakini telah menjatuhkan drone RQ-4 Global Hawk milik angkatan laut Amerika Serikat (AS) di atas Teluk Persia pada bulan Juni tahun lalu.
"Sistem ini terus-menerus mengalami peningkatan dan meningkatkan kemampuan operasional," kata Farajpour seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (22/10/2020).
Lihat Juga :