Guru yang Dipenggal karena Kartun Nabi Dapat Penghargaan Legion d'Honneur
Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Pembunuhan itu mengejutkan Prancis, dan mengingatkan publik atas serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo. Demo besar yang dihadiri ribuan orang terjadi di Ibu Kota Prancis, Paris, pada hari Minggu untuk mengenang seorang guru yang dipenggal dalam serangan teror. Guru bernama Samuel Paty tersebut dipenggal seorang pria setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad selama memberikan pelajaran tentang kebebasan berekspresi di kelasnya.(Baca juga: Guru Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad Picu Demo Besar di Prancis )
Tokoh masyarakat menyebut pembunuhan itu sebagai serangan terhadap Republik dan nilai-nilai Prancis. Sedangkan seorang imam masjid di pinggiran Paris, Prancis, menyampaikan permohonan maaf saat memberikan penghormatan di depan kampus Paty.
Di sisi lain kartun yang ditunjukkan Paty di kelas juga memicu gelombang kemarahan di antara beberapa orangtua siswa Muslim, dengan salah satu dari mereka bahkan meluncurkan kampanye online untuk menuntut agar guru tersebut dipecat. Keluhan tersebut diperkuat oleh masjid setempat, yang membagikan video tersebut kepadan 60.000 follower di Facebook.
Polisi telah menahan 11 orang terkait kasus tersebut, termasuk empat kerabat penyerang, serta orang tua yang melancarkan kampanye melawan guru tersebut, dan beberapa kenalannya.
Upacara nasional untuk menghormati Paty akan diadakan di universitas Sorbonne Paris pada hari Rabu esok.(Lihat video: Terjaring Razia Masker, WNA Asal Spanyol Rela Menyapu Jalan )
Tokoh masyarakat menyebut pembunuhan itu sebagai serangan terhadap Republik dan nilai-nilai Prancis. Sedangkan seorang imam masjid di pinggiran Paris, Prancis, menyampaikan permohonan maaf saat memberikan penghormatan di depan kampus Paty.
Di sisi lain kartun yang ditunjukkan Paty di kelas juga memicu gelombang kemarahan di antara beberapa orangtua siswa Muslim, dengan salah satu dari mereka bahkan meluncurkan kampanye online untuk menuntut agar guru tersebut dipecat. Keluhan tersebut diperkuat oleh masjid setempat, yang membagikan video tersebut kepadan 60.000 follower di Facebook.
Polisi telah menahan 11 orang terkait kasus tersebut, termasuk empat kerabat penyerang, serta orang tua yang melancarkan kampanye melawan guru tersebut, dan beberapa kenalannya.
Upacara nasional untuk menghormati Paty akan diadakan di universitas Sorbonne Paris pada hari Rabu esok.(Lihat video: Terjaring Razia Masker, WNA Asal Spanyol Rela Menyapu Jalan )
(ber)
Lihat Juga :