Kembali Terpilih, Mayoritas di Parlemen Jadi Tantangan Terbesar PM Ardern

Senin, 19 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
Kembali Terpilih, Mayoritas...
Perdana Menteri Selandia Baru terpilih Jacinda Ardern berpidato saat perayaan kemenangan Partai Buruh di Auckland, Selandia Baru, kemarin. Foto/Reuters
A A A
WELLINGTON - Partai Buruh yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern akan membentuk pemerintahan dalam waktu dua atau tiga pekan mendatang. Namun mereka tidak mengungkapkan rencana koalisi dengan Partai Hijau.

Ardern yang memenangi pemilu pada Sabtu lalu (17/10) telah menginformasikan kemenangan kepada Gubernur Jenderal Dame Patsy Reddy bahwa partainya akan memiliki kemampuan membentuk pemerintahan mendatang. Dia juga menginformasikan bahwa tidak perlu adanya pembatasan ataupun isolasi wilayah karena tidak ada penularan corona di antara komunitas. (Baca: Mereka Mati mengenaskan Setelah Menghina Nabi Muhammad SAW)

Partai Buruh meraih 49,1% dan diproyeksikan mendapatkan 64 kursi dan itu menjadi kemenangan mayoritas. Adapun partai konservatif Partai Nasional meraih suara 26,8% dan 35 kursi dari 120 kursi parlemen.

“Selandia Baru telah menunjukkan bahwa Partai Buruh memiliki dukungan terkuat dalam 50 tahun terakhir,” kata Ardern seperti dilansir Reuters. “Kita tidak akan mendapatkan dukungan untuk digadaikan dan saya berjanji kepada kamu bahwa kita akan menjadi partai yang memerintah bagi seluruh warga Selandia Baru,” imbuhnya.

Pemimpin Partai Nasional Judith Collins mengucapkan selamat kepada Ardern dan berjanji akan menjadikan partainya sebagai “oposisi yang keras”. “Tiga tahun akan menjadikan mata gelap,” katanya berkaitan dengan pemilu mendatang. Dia berjanji partainya akan segera kembali.

Sebelumnya tidak ada satu pun partai yang menang pemilu secara mayoritas di Selandia Baru sejak pemberlakuan sistem pemilu representasi proporsional anggota campuran pada 1996. Ardern sebelumnya berkampanye untuk mengembangkan kebijakan ramah iklim dan menaikkan pajak pagi orang kaya. Kemenangan Ardern tidak lepas dari kebijakan penanganannya yang tegas terhadap pandemi korona. (Baca juga: Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)

Kemenangan itu menjadikan Ardern , 40, dapat membentuk pemerintahan partai tunggal pertama dalam beberapa dekade. Dia juga harus menghadapi tantangan untuk mewujudkan transformasi progresif yang dijanjikannya, tetapi gagal untuk mewujudkannya pada masa jabatan pertamanya.

"Ini adalah perubahan bersejarah," kata pakar politik Bryce Edwards dari Universitas Victoria di Wellington. Dia mengungkapkan pemilu tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah pemilihan umum Selandia Baru dalam 80 tahun.

Dengan Partai Buruh meraih lebih dari setengah kursi, Ardern dapat membentuk pemerintahan partai tunggal pertama di bawah sistem saat ini. "Orang-orang sangat bersyukur dan sangat senang dengan cara kami menangani Covid, mereka menyukai bentuk rencana yang kami buat dari sini untuk perekonomian," kata Menteri Keuangan Grant Robertson, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh.

Geoffrey Miller, analis di situs web politik Democracy Project mengatakan kemenangan itu "merupakan kemenangan pribadi bagi popularitas dan merek 'superstar' Jacinda Ardern". Dari mitra koalisi Ardern saat ini, Partai Pertama Selandia Baru yang nasionalis memiliki 2,6% dan Partai Hijau 7,6%. Jika tidak dapat membentuk pemerintahan khusus Buruh, dia diharapkan terus bergantung pada kelompok kecil Hijau. (Baca juga: Cukupi Nutrisi si Kecil di Masa Pandemi)

Koalisi Partai Buruh-Hijau akan menjadi pemerintah berhaluan kiri pertama sejak tahun 1970-an, sebuah skenario yang diperingatkan oleh pemimpin oposisi Partai Nasional Judith Collins yang berarti akan lebih banyak pajak dan lingkungan yang memusuhi bisnis.

Dalam perubahan iklim, Ardern menyebut pemerintahannya sebagai generasi bebas nuklir. “Saya pikir mereka tidak akan mencapai apa yang mereka harapkan,” kata Ganesh Nana, Direktur Penelitian BERL, lembaga think tank asal Wellington. Dia mengungkapkan banyak pihak yang kecewa dengan iklim perubahan.

Selama sebagian besar tahun 2020, Selandia Baru disibukkan dengan usaha melawan Covid-19. Keberhasilan Ardern dalam menyatukan “tim lima juta” - acuan untuk populasi negaranya adalah bukti kemampuannya yang luar biasa. (Lihat videonya: Napi WNA Kabur dari Lapas Tangerang Ditemukan Tewas di Bogor)

Akan tetapi setelah virus dalam kendali, perhatian beralih ke masalah lain seperti pengangguran dan perumahan terjangkau. Para pemilih sekarang mengharapkannya untuk mengatasi masalah tersebut. Itu bukanlah tugas yang mudah. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rakyat Selandia Baru...
Rakyat Selandia Baru Marah Besar ketika Pemerintahannya Tak Akui Negara Palestina
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved