Peracunan Navalny, Uni Eropa Bersiap Sanksi 6 Warga Rusia

Rabu, 14 Oktober 2020 - 20:22 WIB
loading...
Peracunan Navalny, Uni...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BRUSSEL - Uni Eropa (UE) sepakat untuk memberikan sanksi kepada enam warga Rusia dan satu organisasi atas peracunan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny . Hal itu diungkapkan seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang berbicara kepada kantor berita DPA dan AFP.

Duta besar UE dilaporkan setuju untuk membekukan aset dan larangan perjalanan selama pertemuan di Brussel. Rincian mengenai sanksi tersebut akan diputuskan dalam beberapa hari mendatang seperti dikutip dari DW, Rabu (14/10/2020).

Sanksi yang dijatuhkan UE diharapkan mulai berlaku pada hari Kamis. Menurut sumber yang dikutip oleh DPA dan AFP, individu yang menjadi sasaran termasuk pejabat dari aparat keamanan Rusia, sedangkan organisasi yang terlibat adalah Institut Riset Kimia Organik dan Teknologi Rusia.

UE sebelumnya memberi sanksi kepada pejabat intelijen Rusia setelah keracunan Novichok 2018 terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris.(Baca juga: Navalny Desak UE Jatuhkan Sanksi pada Orang-orang Dekat Putin )

Navalny, seorang kritikus vokal Presiden Rusia Vladimir Putin, diracuni dengan racun saraf Novichok di Siberia pada Agustus lalu. Ia kemudian dievakuasi ke Berlin di mana dia kini telah kembali pulih.

Pemerintahan Putin membantah berada di balik serangan itu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya mengancam akan menghentikan kontak diplomatik dengan negara-negara Barat jika mereka menjatuhkan sanksi.

"Kami mungkin hanya harus menghentikan sementara pembicaraan dengan orang-orang di Barat yang bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri dan tidak memahami perlunya dialog yang saling menghormati," kata Lavrov pada konferensi kebijakan luar negeri kemarin.

Pada hari Rabu, dia mengancam akan menanggapi sanksi apa pun.

Minggu lalu Jerman dan Prancis mengusulkan tindakan terhadap Rusia. Kedua negara itu mengatakan bahwa selain sanksi terhadap individu yang berdasarkan fungsi resmi mereka dianggap bertanggung jawab atas kejahatan ini dan pelanggaran hukum internasional, tindakan juga harus diambil terhadap organisasi yang terlibat dalam program Novichok.(Baca juga: Prancis dan Jerman Tuduh Rusia Racuni Navalny )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved