Prancis dan Jerman Tuduh Rusia Racuni Navalny

Kamis, 08 Oktober 2020 - 04:34 WIB
loading...
Prancis dan Jerman Tuduh...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
PARIS - Prancis dan Jerman secara langsung menuduh Rusia berada di balik peracunan pemimpin oposisi Alexei Navalny . Ini menjadikan mereka dua negara pertama yang melakukannya.

“Prancis dan Jerman meminta Rusia beberapa kali untuk menjelaskan keadaan kejahatan tersebut dan siapa yang melakukannya. Sejauh ini tidak ada penjelasan yang kredibel yang diberikan oleh Rusia," bunyi pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

"Dalam konteks ini, tidak ada penjelasan yang masuk akal lain untuk posisi Navalny dari tanggung jawab dan keterlibatan Rusia," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari Politico, Kamis (8/10/2020).

Menurut pernyataan itu Prancis dan Jerman sekarang berencana untuk meyakinkan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk menjatuhkan sanksi tambahan pada Rusia. Sanksi tersebut akan ditujukan pada individu yang diyakini terlibat dalam keracunan serta setiap lembaga yang ditemukan bekerja pada bahan kimia Novichok .(Baca juga: Navalny Desak UE Jatuhkan Sanksi pada Orang-orang Dekat Putin )

Rusia sendiri telah berulang kali membantah terlibat dalam peracunan itu.

Jerman dan Prancis menuduh Rusia, alih-alih berulang kali meminta penjelasan yang jelas dari Moskow. Ilmuwan di kedua negara juga menyimpulkan dia diracuni oleh racun saraf Novichok, senjata kimia yang pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan Soviet.

Pada hari Selasa, Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), di mana Rusia adalah anggotanya, mengkonfirmasi bahwa Novichok digunakan di Navalny, menegaskan temuan laboratorium Jerman, Prancis dan Swedia.(Baca juga: OPCW Temukan Novichok dalam Sampel Alexei Navalny )

Novichok juga digunakan untuk meracuni mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris pada 2018. Negara-negara Eropa juga menyalahkan keracunan itu pada Moskow, yang juga dibantah Kremlin.

Setelah keracunan Skripal pada 2018, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada kepala dan wakil kepala badan intelijen militer Rusia GRU, serta dua agen yang diduga melakukan serangan senjata kimia tersebut.

Karena masih belum ada tersangka dalam kasus Navalny, para pemimpin Uni Eropa harus menemukan cara untuk menjatuhkan sanksi agar lebih efektif mencegah penggunaan Novichok di masa depan.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer 800.000 Tentara untuk Hadapi Rusia
Macron bisa Pimpin Perundingan...
Macron bisa Pimpin Perundingan Uni Eropa dengan Rusia
Rusia Hapus Taliban...
Rusia Hapus Taliban dari Daftar Teroris, Afghanistan Perluas Kerja Sama
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Paus Fransiskus Tampil...
Paus Fransiskus Tampil Perdana di Vatikan Sejak Pulang dari Rumah Sakit
Tragis! Helikopter Ambulans...
Tragis! Helikopter Ambulans Jatuh di Laut, Dokter dan Pasien Tewas
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, 389.000 Kendaraan Kembali ke Jakarta via GT Cikampek Utama
Hujan Deras, 7 RT di...
Hujan Deras, 7 RT di Jakarta Terendam Banjir
Polri Janji Selidiki...
Polri Janji Selidiki Ajudan Kapolri yang Diduga Tempeleng Jurnalis Semarang
Berita Terkini
Trump pada Warga AS:...
Trump pada Warga AS: Revolusi Ekonomi Perlu Pengorbanan
38 menit yang lalu
Tarif Trump 10% Sudah...
Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS
3 jam yang lalu
Tokoh Republik Peringatkan...
Tokoh Republik Peringatkan Pemilu Sela Mandi Darah jika Tarif Trump Rusak Ekonomi AS
4 jam yang lalu
Demo Menentang Trump...
Demo Menentang Trump Digelar di Penjuru Dunia, Ada Berlin, Frankfurt, Paris, dan London
5 jam yang lalu
Penampakan Demo Besar...
Penampakan Demo Besar di Amerika Serikat Menentang Trump, Diikuti 250.000 Orang
6 jam yang lalu
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
7 jam yang lalu
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved