Havoc, Senapan Runduk Masa Depan Rusia Berjangkauan Tujuh Kilometer

Selasa, 13 Oktober 2020 - 04:00 WIB
loading...
Havoc, Senapan Runduk...
Senapan runduk DXL-5 buatan Rusia. FOTO/Russia Beyond The Headline
A A A
MOSKOW - Rusia dilaporkan sedang mengembangkan sebuah senapan runduk yang mampu menjangkau target sejuah tujuh kilometer. Senapan tersebut adalah DXL-5 yang dijuluki ‘Havoc’ atau ‘Malapetaka’.

Melansir Russia Beyond The Headline, produsen senapan runduk Rusia Lobaev Arms mengumumkan rencana peluncuran senjata terbaru mereka, DXL-5 pada November 2020 mendatang.

(Baca: Sumrak: Senapan Runduk dengan Jangkauan Terjauh di Dunia )

“Kami tengah berpacu untuk segera menyelesaikan proyek DXL-5 ‘Havoc'. Saat ini, kami sedang memproses bagian sisa senapan yang telah dijadwalkan menjalani uji tembak pada November,” ujar pemilik Lobaev Arms, Vladislav Lobaev.

Menurutnya, sang 'Malapetaka' akan menjadi senapan runduk revolusioner yang dilengkapi dengan empat jenis peluru berbeda.

Ia menjelaskan, kecepatan laju peluru ketika dimuntahkan dari moncong senapan diperkirakan mencapai 4 hingga 5 Mach atau 1,2 – 1.5 kilometer per detik. Salah satu peluru DXL 5 mampu memberikan akurasi sekitar 70 MOA (akurasi sebuah senjata dalam hitungan menit) untuk target sejauh tiga kilometer.

Singkatnya, kemampuan senapan ini memungkinkan penembak amatir dapat mengenai target yang berjarak beberapa kilometer dengan mudah.

“Perhitungan kami menunjukkan bahwa kami mampu menjadikan senapan kami lebih presisi daripada senapan lain dan mencapai 55 MOA untuk target sejauh tiga kilometer. Jika peluru lain bisa memberi kita hasil rata-rata ekstra ini, itu akan luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Lobaev, tujuan utama perusahaannya adalah menjadikan DXL-5 sebagai senjata yang nyaman, baik untuk penembak profesional atau pun amatir.

Kepala Insinyur Lobaev Arms, Yuri Sinichkin mengatakan, amunisi DXL-5 melampaui karakteristik peluru penembak jitu paling kuat di dunia, kaliber 12,7 x 99 mm dan 12,7 x 108 mm, yang digunakan untuk melumpuhkan kendaraan lapis baja ringan pada jarak hingga dua kilometer.

(Baca: Memiliki Efek Mengerikan, Inilah 4 Ranjau Darat Paling Mematikan )

Lobaev Arms juga dilaporkan sedang mengembangkan versi DXL-5 reguler bersama dengan versi eksklusif yang dibuat untuk mencetak rekor dunia. Perusahaan itu berharap agar modifikasi eksklusifnya bisa menjadi senjata pertama di dunia, yang mampu mencapai target sejauh tujuh kilometer.

“Kami akan membawa sejumlah senapan kaliber baru ke arena tembak dan mencari tahu mana yang paling cocok untuk menghasilkan tembakan pemecah rekor,” ujar Sinichkin.

Proyek DXL-5 sendiri dikerjakan oleh Lobaev Arms tanpa disponsori Kementerian Pertahanan atau Garda Nasional Rusia. Menurut Sinichkin, setelah uji coba selesai, barulah nasib sang ‘Malapetaka’ menjadi jelas, apakah akan diadopsi oleh pasukan militer Rusia atau akan berakhir di tangan unit Operasi Khusus.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved