Diadili Belgia, Diplomat Iran Peringatkan Aksi Balasan
Minggu, 11 Oktober 2020 - 15:34 WIB
loading...
Diplomat Iran, Assadollah Assadi, diadili di Belgia atas tuduhan merencanakan serangan teroris. Foto/Radio Farda
A
A
A
BRUSSELS - Seorang diplomat Iran , Assadollah Assadi, diadili di Belgia atas tuduhan merencanakan serangan teroris yang digagalkan terhadap unjuk rasa tahunan oposisi Iran di Paris pada 2018. Namun, Assadi memperingatkan otoritas Belgia tentang potensi pembalasan oleh kelompok bersenjata jika ia dihukum dalam kasus tersebut.
Assadi, seorang penasihat di kedutaan Iran di Wina, ditangkap pada Juli 2018 saat mengunjungi Jerman. Ia dituduh telah melakukan persekongkolan untuk membom rapat umum tahunan besar-besaran yang diadakan oleh kelompok oposisi Iran di Paris.
Pada Oktober 2018, dia diekstradisi ke Belgia, di mana dua orang lain yang diduga sebagai rekan konspiratornya telah ditangkap karena memiliki bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk melakukan serangan teroris.
Menurut Reuters, Assadi, yang persidangannya dijadwalkan pada 27 November, mengatakan kepada polisi Belgia bahwa proses pengadilan akan diawasi secara ketat oleh kelompok militan yang tidak disebutkan namanya di Iran, Irak, Lebanon, Yaman dan Suriah. Ia pun bersumpah akan ada konsekuensi serius dari putusan yang tidak menguntungkan.
"Menurut Assadi Assadolah kami (Belgia) tidak menyadari apa yang akan terjadi, jika ada putusan yang tidak menguntungkan," kata diplomat itu dalam rekaman wawancara dengan polisi Belgia yang dilihat oleh Reuters dan dikonfirmasi oleh pengacara Assadi.
Assadi, seorang penasihat di kedutaan Iran di Wina, ditangkap pada Juli 2018 saat mengunjungi Jerman. Ia dituduh telah melakukan persekongkolan untuk membom rapat umum tahunan besar-besaran yang diadakan oleh kelompok oposisi Iran di Paris.
Pada Oktober 2018, dia diekstradisi ke Belgia, di mana dua orang lain yang diduga sebagai rekan konspiratornya telah ditangkap karena memiliki bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk melakukan serangan teroris.
Menurut Reuters, Assadi, yang persidangannya dijadwalkan pada 27 November, mengatakan kepada polisi Belgia bahwa proses pengadilan akan diawasi secara ketat oleh kelompok militan yang tidak disebutkan namanya di Iran, Irak, Lebanon, Yaman dan Suriah. Ia pun bersumpah akan ada konsekuensi serius dari putusan yang tidak menguntungkan.
"Menurut Assadi Assadolah kami (Belgia) tidak menyadari apa yang akan terjadi, jika ada putusan yang tidak menguntungkan," kata diplomat itu dalam rekaman wawancara dengan polisi Belgia yang dilihat oleh Reuters dan dikonfirmasi oleh pengacara Assadi.
Lihat Juga :