Kim Jong-un Bersumpah Senjata Nuklir Hanya untuk Pertahanan
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Para pakar senjatamencari apa yang mereka sebut sebagai rudal Pukguksong-3 yang dirancang untuk ditembakkan dari kapal selam. Senjata tersebut diyakini sebagai rudal bahan bakar padat paling canggih yang pernah diluncurkan oleh rezim Kim Jong-un dan dapat mengirimkan hulu ledak nuklir ke seluruh Korea Selatan dan sebagian besar Jepang.(Baca juga: Korut Diduga Bakal Uji Coba Rudal Balistik Berbasis Kapal Selam )
Setiap rudal yang dirancang untuk mencapai target di Amerika akan menggarisbawahi bagaimana Korea Utara tetap menjadi ancaman nuklir bagi AS ketika Presiden Donald Trump bersiap untuk mempertahankan rekornya melawan penantang asal Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan.
Korea Selatan sedang menganalisis apakah Korea Utara meluncurkan senjata seperti rudal yang dirancang untuk menyerang AS, Kantor Berita Yonhap mengutip pernyataan pejabat militer. Acara tersebut mungkin telah dimulai sebelum jam 4 pagi, Yonhap melaporkan secara terpisah, mengutip sumber keamanan yang tidak diidentifikasi.
Meskipun Korea Utara belum meluncurkan ICBM sejak November 2017, Pyongyang telah melakukan uji pembakaran lama untuk mesin baru dan memperkenalkan berbagai macam roket berbahan bakar padat jarak pendek tahun lalu. Ujung rudal juga dapat menunjukkan apakah Kim Jong-un telah mengembangkan kemampuan untuk menempatkan banyak hulu ledak pada satu roket.
Pencapaian seperti itu akan memberikan pukulan terbesar bagi pernyataan Trump bahwa pertemuan puncaknya yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim Jong-un pada 2018 dan 2019 telah memastikan Korea Utara bukan lagi ancaman nuklir.
Setiap rudal yang dirancang untuk mencapai target di Amerika akan menggarisbawahi bagaimana Korea Utara tetap menjadi ancaman nuklir bagi AS ketika Presiden Donald Trump bersiap untuk mempertahankan rekornya melawan penantang asal Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan.
Korea Selatan sedang menganalisis apakah Korea Utara meluncurkan senjata seperti rudal yang dirancang untuk menyerang AS, Kantor Berita Yonhap mengutip pernyataan pejabat militer. Acara tersebut mungkin telah dimulai sebelum jam 4 pagi, Yonhap melaporkan secara terpisah, mengutip sumber keamanan yang tidak diidentifikasi.
Meskipun Korea Utara belum meluncurkan ICBM sejak November 2017, Pyongyang telah melakukan uji pembakaran lama untuk mesin baru dan memperkenalkan berbagai macam roket berbahan bakar padat jarak pendek tahun lalu. Ujung rudal juga dapat menunjukkan apakah Kim Jong-un telah mengembangkan kemampuan untuk menempatkan banyak hulu ledak pada satu roket.
Pencapaian seperti itu akan memberikan pukulan terbesar bagi pernyataan Trump bahwa pertemuan puncaknya yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim Jong-un pada 2018 dan 2019 telah memastikan Korea Utara bukan lagi ancaman nuklir.
(ber)
Lihat Juga :