Perang Armenia-Azerbaijan: 300 Lebih Tewas dan Ribuan Orang Mengungsi
Rabu, 07 Oktober 2020 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Ada klaim dari kedua belah pihak bahwa pihak lain secara membabi buta menembaki wilayah sipil.
Awal pekan ini, Amnesty International (AI) mengeluarkan laporan yang menguatkan informasi bahwa munisi tandan telah digunakan selama pemboman Stepanakert, kota utama Nagorno-Karabakh, yang juga dikenal sebagai Khankendi, oleh Angkatan Bersenjata Azerbaijan.
AI kemudian meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menjadi pihak dalam Konvensi Munisi Tandan, yang tidak ditandatangani oleh keduanya.
Presiden tetangga Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan bahwa konflik Azerbaijan-Armenia dapat meningkat menjadi perang regional. Ketakutan itu juga telah disuarakan oleh analis independen yang mencatat, secara khusus, kurangnya intervensi yang berarti oleh pemerintahan Trump di Amerika Serikat (AS).
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkannya sebagai tragedi. Putin, yang tidak memihak dalam konflik dan yang pemerintahnya telah menjual perangkat keras militer kepada keduanya, mengatakan resolusi damai tampaknya masih jauh.
"Tetapi bagaimanapun, kami menyerukan gencatan senjata," kata Putin.
Awal pekan ini, Amnesty International (AI) mengeluarkan laporan yang menguatkan informasi bahwa munisi tandan telah digunakan selama pemboman Stepanakert, kota utama Nagorno-Karabakh, yang juga dikenal sebagai Khankendi, oleh Angkatan Bersenjata Azerbaijan.
AI kemudian meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menjadi pihak dalam Konvensi Munisi Tandan, yang tidak ditandatangani oleh keduanya.
Presiden tetangga Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan bahwa konflik Azerbaijan-Armenia dapat meningkat menjadi perang regional. Ketakutan itu juga telah disuarakan oleh analis independen yang mencatat, secara khusus, kurangnya intervensi yang berarti oleh pemerintahan Trump di Amerika Serikat (AS).
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkannya sebagai tragedi. Putin, yang tidak memihak dalam konflik dan yang pemerintahnya telah menjual perangkat keras militer kepada keduanya, mengatakan resolusi damai tampaknya masih jauh.
"Tetapi bagaimanapun, kami menyerukan gencatan senjata," kata Putin.
Lihat Juga :