Lakukan Pelecehan Seks pada 2 Anak, Paedofil AS Dihukum Penjara 600 Tahun

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 14:34 WIB
loading...
Lakukan Pelecehan Seks...
Matthew Miller, 32, paedofil di Amerika Serikat yang dihukum penjara 600 tahun. Foto/Penjara Tuscaloosa County
A A A
TUCALOOSA - Seorang pria paedofil di Amerika Serikat (AS) dijatuhi hukuman 600 tahun penjara. Dia dinyatakan bersama melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak kecil untuk memproduksi pornografi.

Departemen Kehakiman AS mengatakan Matthew Miller, 32, dituduh memaksa dua anak berusia di bawah lima tahun untuk membuat pornografi anak. Vonis itu dijatuhkan hakim pengadilan di Alabama, kemarin.

Dia dipenjara di Tuscaloosa, Alabama, setelah jaksa penuntut mengatakan pornografi anak merampok masa kecil mereka. (Baca: Mantan Staf Obama Mentweet 'Saya Harap Dia Mati' saat Trump Positif Covid-19 )

"Miller diduga membuat anak-anak itu terlibat dalam perilaku seksual eksplisit untuk tujuan menghasilkan produksi visual dari perilaku tersebut," bunyi pernyataan jaksa.

Mengutip laporan metro.co.uk, Sabtu (3/10/2020), pelecehan seksual yang kasar tersebut terjadi antara 2014 hingga 2019. Terdakwa mulai melecehkan anak-anak ketika mereka berusia empat tahun.

Paedofil itu pertama kali ditangkap pada Februari 2019 setelah pihak berwenang mendatangi rumahnya di Cottondale atas laporan pelecehan seksual terhadap seorang anak.

Kantor Kejaksaan AS di Distrik Utara Alabama dalam sebuah pernyataan mengatakan para petugas menemukan 102 gambar pornografi yang dibuat Miller dari anak-anak itu ketika mereka mengeksekusi surat perintah penggeledahan.

Miller mengaku bersalah atas dakwaan pada Oktober 2019. (Baca juga: Gadis India Meninggal setelah Diperkosa Bersamai-ramai )

"Kejahatan yang diakuinya bersalah oleh Miller tidak hanya mengganggu, tapi juga memuakkan, dan tindakannya merampok masa kecil anak-anak ini," kata Agen Khusus Penanggung Jawab FBI Johnnie Sharp dalam sebuah pernyataan.

Sharp menambahkan bahwa hukuman Miller, yakni 7.200 bulan penjara, adalah tanggapan atas tindakannya yang mengganggu dan memuakkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved