Uni Eropa Sanksi 40 Pejabat Belarusia
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 22:51 WIB
loading...
Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada 40 pejabat Belarusia. Foto/Axios
A
A
A
BRUSSELS - Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap menteri dalam negeri Belarusia dan kepala komisi pemilu tetapi membebaskan Presiden Alexander Lukashenko. Hal itu diumumkan UE dalam Jurnal Resmi, Jumat (2/10/2020).
Menerbitkan nama-nama dari 40 orang yang disetujui oleh para pemimpin UE untuk memberi sanksi pada Jumat pagi sebagai respon atas pemilu presiden pada 9 Agustus yang menurut Barat penuh dengan kecurangan, daftar UE termasuk komandan, pejabat keamanan dan direktur penjara.
Namun, Lukashenko tidak ada dalam daftar UE. Terlepas dari tekanan dari negara-negara Baltik yang menjadi anggota UE, para diplomat mengatakan bahwa Brussel tetap pada kebijakannya menghukum para pialang kekuasaan sebagai upaya terakhir, untuk mendorong pemilu baru seperti dikutip dari Reuters.(Baca juga: Bertemu Pemimpin Oposisi Belarusia, Macron Janjikan Bantuan )
Menteri Dalam Negeri Belarusia Yuri Karaev dan wakilnya adalah pejabat paling senior yang menjadi sasaran, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada 7 September. Draf daftar tersebut menghadapi serangkaian penundaan karena pengambilan keputusan UE terjerat dalam konflik internal.
Sanksi UE di Belarusia bertujuan untuk mendukung aksi protes pro-demokrasi di Minsk terhadap Lukashenko, yang menurut penentangnya telah secara ilegal memperpanjang pemerintahannya selama 26 tahun melalui pemungutan suara yang curang.
Menerbitkan nama-nama dari 40 orang yang disetujui oleh para pemimpin UE untuk memberi sanksi pada Jumat pagi sebagai respon atas pemilu presiden pada 9 Agustus yang menurut Barat penuh dengan kecurangan, daftar UE termasuk komandan, pejabat keamanan dan direktur penjara.
Namun, Lukashenko tidak ada dalam daftar UE. Terlepas dari tekanan dari negara-negara Baltik yang menjadi anggota UE, para diplomat mengatakan bahwa Brussel tetap pada kebijakannya menghukum para pialang kekuasaan sebagai upaya terakhir, untuk mendorong pemilu baru seperti dikutip dari Reuters.(Baca juga: Bertemu Pemimpin Oposisi Belarusia, Macron Janjikan Bantuan )
Menteri Dalam Negeri Belarusia Yuri Karaev dan wakilnya adalah pejabat paling senior yang menjadi sasaran, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada 7 September. Draf daftar tersebut menghadapi serangkaian penundaan karena pengambilan keputusan UE terjerat dalam konflik internal.
Sanksi UE di Belarusia bertujuan untuk mendukung aksi protes pro-demokrasi di Minsk terhadap Lukashenko, yang menurut penentangnya telah secara ilegal memperpanjang pemerintahannya selama 26 tahun melalui pemungutan suara yang curang.
Lihat Juga :