Teroris Boko Haram Gunakan Keledai Diikat Bom untuk Sergap Gubernur

Rabu, 30 September 2020 - 09:58 WIB
loading...
A A A
Namun, penculikan, pemerkosaan, konversi paksa hingga pengunaan keledai untuk pemboman hanyalah beberapa dari sekian banyak alat teror yang digunakan oleh Boko Haram, kelompok yang secara harfiah bermakna "Pendidikan Barat haram".

Sebuah laporan yang dirilis pada bulan Juli oleh Perwakilan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata menggambarkan pelanggaran mengerikan terhadap anak-anak yang sedang berlangsung dan di wilayah operasi Boko Haram, yang mencakup Nigeria dan sebagian Chad, Kamerun dan Niger. (Baca juga: Hari Ini Debat Pertama Trump vs Biden, Berikut 5 Topik Debat )

Laporan tersebut, yang mendokumentasikan pelanggaran antara Januari 2017 hingga Desember 2019, menekankan bahwa perekrutan dan penggunaan anak-anak merupakan jumlah terbesar dari pelanggaran terverifikasi, dengan total 3.601 anak laki-laki dan perempuan terkena dampak. Boko Haram bertanggung jawab atas perekrutan dan penggunaan 1.385 anak, terutama melalui penculikan, digunakan dalam permusuhan langsung, dan dalam berbagai peran pendukung, termasuk sebagai budak seksual.

"Salah satu praktik khusus dan paling tercela dari Boko Haram adalah menggunakan anak-anak, terutama perempuan, sebagai pembawa alat peledak improvisasi yang dibawa oleh personel," bunyi laporan itu. "Juga dikenal sebagai 'bom manusia'."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
AS Sebut Sekutu NATO...
AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Jadwal Timnas Inggris...
Jadwal Timnas Inggris vs Kosta Rika dan Portugal vs Nigeria Live di VISION+
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Polda Metro dan Kejari...
Polda Metro dan Kejari Jaksel Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
Berita Terkini
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved