Putin: Tentara Bayaran Asing yang Bela Ukraina Dianggap Teroris!
Kamis, 13 Maret 2025 - 07:16 WIB
loading...
Presiden Vladimir Putin memperingatkan bahwa para tentara bayaran asing yang membela Ukraina dianggap sebagai teroris berdasarkan hukum Rusia. Foto/Kremlin.ru
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa para tentara bayaran asing yang berperang membela Ukraina dianggap sebagai teroris berdasarkan hukum Moskow.
Dengan status teroris, para tentara bayaran asing tersebut tidak memiliki perlindungan hukum yang sama berdasarkan hukum internasional seperti tentara Ukraina biasa.
Peringatan itu disampaikan Putin saat berkunjung ke Wilayah Kursk. Itu merupakan kunjungan pertama sejak wilayah itu diserang dan diduduki sebagian oleh pasukan Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Berbicara dalam sebuah pertemuan dengan Staf Umum Rusia dan komandan militer pada hari Rabu, Putin menyatakan bahwa setiap tentara Ukraina atau tentara bayaran asing yang ditangkap di tanah Rusia dapat diperlakukan sebagai teroris berdasarkan hukum Rusia.
"Semua orang yang melakukan kejahatan terhadap penduduk sipil di wilayah Wilayah Kursk, berhadapan dengan Angkatan Bersenjata, lembaga penegak hukum, dan layanan khusus kami, adalah teroris sesuai dengan hukum Federasi Rusia," kata Putin.
Dengan status teroris, para tentara bayaran asing tersebut tidak memiliki perlindungan hukum yang sama berdasarkan hukum internasional seperti tentara Ukraina biasa.
Peringatan itu disampaikan Putin saat berkunjung ke Wilayah Kursk. Itu merupakan kunjungan pertama sejak wilayah itu diserang dan diduduki sebagian oleh pasukan Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Berbicara dalam sebuah pertemuan dengan Staf Umum Rusia dan komandan militer pada hari Rabu, Putin menyatakan bahwa setiap tentara Ukraina atau tentara bayaran asing yang ditangkap di tanah Rusia dapat diperlakukan sebagai teroris berdasarkan hukum Rusia.
"Semua orang yang melakukan kejahatan terhadap penduduk sipil di wilayah Wilayah Kursk, berhadapan dengan Angkatan Bersenjata, lembaga penegak hukum, dan layanan khusus kami, adalah teroris sesuai dengan hukum Federasi Rusia," kata Putin.
Lihat Juga :