Breonna Taylor Tewas Ditembak 6 Kali, Polisi AS yang Diadili Mengaku Tak Salah

Selasa, 29 September 2020 - 12:59 WIB
loading...
Breonna Taylor Tewas...
Breonna Taylor (kiri), teknisi medis berkulit hitam yang tewas ditembak enam kali oleh beberapa polisi di Louisville dan Brett Hankison, salah satu polisi yang diadili. Foto/NY Daily News
A A A
KENTUCKY - Satu-satunya petugas polisi yang didakwa dalam kasus Breonna Taylor , wanita Afrika-Amerika yang tewas ditembak enam kali selama penggerebekan polisi di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat (AS) mengaku tidak bersalah dalam sidang hari Senin. Pembunuhan terhadap Taylor menjadi seruan bagi gerakan Black Lives Matter.

Petugas polisi Brett Hankison menolak dakwaan grand juri yang diumumkan pekan lalu yang menuduhnya "membahayakan secara sembrono", karena secara liar dan membabi buta menembak ke apartemen yang berdekatan selama penggerebekan yang membuat Taylor ditembak mati oleh dua petugas polisi lainnya. (Baca: Keluarga Breonna Taylor: Orang-orang Kulit Hitam Terus Sekarat di Tangan Polisi AS )

Tak satu pun dari tiga petugas dalam penggerebekan itu didakwa atas kematian Taylor, seorang teknisi ruang gawat darurat berusia 26 tahun yang ditembak enam kali setelah polisi memaksa masuk ke apartemennya saat dia tidur dengan kekasihnya pada 13 Maret.

Polisi mengatakan kekasihnya, Kenneth Walker, menembak sekali ke arah mereka. Hal itu memberi mereka alasan untuk membalas, membunuh Taylor, tetapi tembakan tidak menghantam Walker.

Dakwaan grand juri pekan lalu dibacakan untuk Hankison—tetapi tidak satu pun dari yang lain diidentifikasi sebagai petugas yang menembak Taylor—memicu kemarahan dan protes di kota Kentucky. Keluarga Taylor menuduh pihak berwenang menutup-nutupi kasus ini untuk melindungi polisi. (Baca: Keluarga Tuntut Kasus Breonna Taylor Dibuka )

"Sepertinya mereka menuntut polisi karena hilang, tetapi bukan karena menembakkan peluru ke tubuh (warga berkulit) hitam," kata pengacara keluarga Taylor, Ben Crump, seperti dikutip AFP, Selasa (29/9/2020).

Hankison dibebaskan dengan uang jaminan USD 15.000, dan dalam sidang hari Senin, pengacaranya meminta agar dia diizinkan untuk menyimpan senjata karena ancaman yang dia terima.

"Saya akan meminta pengadilan untuk mempertimbangkan mengizinkan dia untuk mempertahankan kepemilikan senjata apa pun yang mungkin dia miliki untuk tujuan pertahanan diri," kata pengacaranya, Stewart Matthews. (Simak juga info grafis: Demo Breonna Taylor Berujung Rusuh, Dua Polisi Ditembak )

Namun hakim menolak permintaan tersebut. "Orang-orang yang berada di pengadilan ini dituduh melakukan pelanggaran yang melibatkan senjata api, saya tidak mengizinkan mereka memiliki senjata api, sebagai syarat keterkaitan mereka," katanya.

Hankison, yang dipecat dari kepolisian pada bulan Juni, menghadapi hukuman 15 tahun penjara atas tiga dakwaan yang membahayakan. Sidang berikutnya akan digelar pada 28 Oktober 2020.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved