Keluarga Breonna Taylor: Orang Kulit Hitam Terus Sekarat di Tangan Polisi AS

loading...
Keluarga Breonna Taylor: Orang Kulit Hitam Terus Sekarat di Tangan Polisi AS
Demonstran berkumpul di luar Departemen Kehakiman AS sebelum berbaris ke Gedung Putih untuk menyerukan keadilan bagi Breonna Taylor pada 23 September 2020. Foto/Jahi Chikwendiu /The Washington Post
A+ A-
KENTUCKY - Keluarga Breonna Taylor berbicara untuk pertama kalinya sejak grand juri (majelis hakim) di Kentucky mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk tidak menuntut tiga petugas polisi atas pembunuhan pekerja medis berusia 26 tahun tersebut pada bulan Maret.

Ibu Taylor, Tamika Palmer, pada hari Jumat menghadiri konferensi pers di taman pusat kota Louisville yang telah menjadi fokus protes dan peringatan sementara untuk Taylor. Pekerja medis berkulit hitam itu ditembak mati di apartemennya setelah polisi menerobos masuk dan mengumbar peluru selama investigasi yang gagal.

Ketika Palmer menangis dan terlalu kesal untuk berbicara, Bianca Austin, saudara perempuan Palmer dan bibi Taylor, membacakan pernyataan yang ditulis oleh Palmer. (Baca: Pesan Menyayat Hati Bocah Autis Korban Penembakan Polisi AS)

"Ketahuilah ini: Saya seorang wanita kulit hitam yang marah," bunyi pernyataan Palmer. "Marah karena wanita kulit hitam kita terus sekarat di tangan petugas polisi...Anda merampok dunia seorang ratu."



Demonstran di Louisville berkumpul pada hari Jumat untuk protes malam ketiga. Pawai yang membentang sekitar satu blok di sepanjang jalan pusat kota dimulai beberapa jam sebelum jam malam pukul 21.00 dimulai. Palmer dan anggota keluarga lainnya berjalan.

“Sebutkan namanya, Breonna Taylor,” teriak para pengunjuk rasa, dan kemudian berteriak lagi; “Jalan siapa? Jalanan kita!"

Keluarga Taylor pada hari Jumat mengkritik keras Daniel Cameron, Jaksa Agung Kentucky, yang bertanggung jawab atas penyelidikan negara bagian atas kematian Taylor.



“Saya tidak pernah memiliki kepercayaan pada Daniel Cameron sejak awal, saya tahu dia terlalu berpengalaman dengan pekerjaan sekaliber ini. Saya tahu dia memilih berada di sisi hukum yang salah," lanjut pernyataan Palmer. (Baca juga: Israel Ketakutan Jika AS Benar-benar Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA)
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top