Diancam Armenia dengan Rudal Iskander Rusia, Ini Respons Azerbaijan

Selasa, 29 September 2020 - 07:20 WIB
loading...
Diancam Armenia dengan...
Penembakan artileri Azerbaijan di Nagorno-Karabakh dalam dokumen foto dan video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Azerbaijan, 28 September 2020. Foto/Handout via REUTERS
A A A
YEREVAN - Armenia mengancam akan mengerahkan sistem rudal Iskander-M buatan Rusia untuk menyerang Azerbaijan dalam perang di Nagorno-Karabakh . Senjata itu akan dioperasikan jika Turki mulai menggunakan pesawat jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) untuk membela Azerbaijan.

Pihak Azerbaijan telah merspons ancaman tersebut. Menteri Luar Negeri Jeyhun Bayramov mengatakan kepada Sputniknews bahwa Baku memiliki respons yang proporsional untuk digunakan jika Armenia menggunakan sistem rudal Iskander-M. (Baca: Perang Nagorno-Karabakh, Azerbaijan Menyerang dengan F-16 Turki, Puluhan Tewas )

"Sayangnya, apa pun bisa diekspektasikan dari Armenia. Sulit bagi saya untuk berkomentar dari sudut pandang militer, tanggapan apa yang akan diberikan....Saya yakin pasukan Azerbaijan memiliki respons yang memadai," kata menteri itu, ketika ditanya respons negaranya jika Armenia menggunakan sistem rudal buatan Rusia tersebut.

(Baca juga : Gadis India Meninggal di Rumah Sakit setelah Diperkosa Beramai-ramai )

Ancaman penggunaan sistem misil Iskander-M sebelumnya dilontarkan Duta Besar Armenia untuk Rusia Vardan Toganyan dalam wawancaranya dengan kantor berita RIA yang dilansir Selasa (29/9/2020). Menurutnya, sejauh ini pihak Armenia memiliki sistem pertahanan udara yang cukup untuk melumpuhkan drone Turki dan Azerbaijan.

(Baca juga : Racuni 25 Siswa, Guru TK Divonis Hukuman Mati )

Nagorno-Karabakh adalah wilayah otonomi yang telah memerdekakan diri dari Azerbaijan. Wilayah itu dihuni etnis Armenia serta telah menjadi sekutu Armenia. Namun, Azerbaijan yang dibela Turki masih menganggap Nagorno-Karabakh bagian dari wilayahnya.

Perang di Nagorno-Karabakh pecah mulai hari Minggu dan berlanjut hingga Senin kemarin. Pihak Armenia menuduh Azerbaijan menggunakan jet tempur F-16 Turki untuk menyerang pasukannya dan pasukan Nagorno-Karabakh. Puluhan orang tewas dalam konflik tersebut. (Baca: Perang Armenia dengan Azerbaijan, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya )

“Pimpinan militer telah berulang kali menyatakan bahwa jika pedang Damocles dalam bentuk F-16 Turki menggantung di atas rakyat Nagorno-Karabakh, semua tindakan akan diambil, termasuk Iskander. Artinya, Angkatan Bersenjata Armenia harus menggunakan seluruh persenjataannya untuk memastikan keamanan," ancam Toganyan.

Pihak Armenia mengklaim bahwa 4.000 militan bertempur di pihak Azerbaijan, yang telah dipindahkan Turki dari Suriah. Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menepis klaim tersebut.

Sekadar diketahui, sistem misil taktis Iskander pertama kali terlihat di Yerevan pada 16 September 2016 saat parade militer untuk memperingati ulang tahun ke-25 kemerdekaan Armenia. Pada musim dingin 2016-2017, sejumlah pejabat Armenia, termasuk Presiden Serzh Sargsyan, secara resmi mengonfirmasi bahwa militer republik itu memiliki kompleks sistem rudal buatan Rusia tersebut. (Baca juga: Perang Armenia dengan Azerbaijan Berlanjut, Senjata Berat Dikerahkan )

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan mengatakan dalam jumpa pers hari Senin bahwa Yerevan dapat menggunakan persenjataan berat jika "logika pertempuran" menyerukannya.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Azeri Jeyhun Bayramov menanggapi dengan mengatakan bahwa Baku memiliki tanggapan yang memadai siap untuk segala potensi eskalasi dari pihak Armenia. Namun, dia tidak memberikan penjelasan spesifik tentang respons yang akan diambil.

Presiden Armenia Armen Sarkissian menuduh Turki secara langsung memasok Baku dengan drone kelas militer, tentara bayaran, dan bahkan jet tempur F-16. Namun, Azerbaijan menyatakan bahwa Turki tidak ikut serta dalam pertempuran apa pun di Nagorno-Karabakh.

Ankara sendiri secara terbuka mendukung serangan terbaru yang diluncurkan oleh pasukan Azerbaijan pada hari Minggu, meskipun banyak seruan dari sekutunya dalam aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved