Pertempuran Meletus, Pemimpin Nagorno Karabakh Umumkan Darurat Militer
Minggu, 27 September 2020 - 20:12 WIB
loading...
Juru bicara pemerintah Republik Nagorno-Karabakh, Vahram Poghosyan mengatakan, darurat militer diberlakukan di wilayah tersebut. Foto/REUTERS
A
A
A
YEREVAN - Juru bicara pemerintah Republik Nagorno-Karabakh , Vahram Poghosyan mengatakan, darurat militer diberlakukan di wilayah tersebut. Republik Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri dari Azerbaijan , dan tidak diakui secara internasional.
"Berdasarkan situasi saat ini, pertemuan luar biasa Majelis Nasional diadakan. Setelah berbicara dengan anggota parlemen, saya mengumumkan bahwa saya telah menyatakan darurat militer dan mobilisasi skala penuh orang-orang yang berusia lebih dari 18 tahun," kata Poghosyan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (27/9/2020).
Poghosyan, yang pemerintahannya mendapat dukungan penuh dari Armenia, juga mengatakan kota Stepanakert telah ditembaki. "Permukiman sipil, termasuk ibu kota, Stepanakert, juga menjadi sasaran tembakan artileri," ungkapnya. ( Baca juga: Pertempuran Kembali Meletus di Nagorno Karabakh )
Bentrokan terburuk sejak 2016 ini sendiri telah meningkatkan momok perang skala besar baru antara musuh bebuyutan Azerbaijan dan Armenia yang telah terkunci selama beberapa dekade dalam sengketa wilayah atas Nagorno Karabakh
Seperti diketahui, separatis etnis Armenia merebut Karabakh dari Baku, yang kemudian membentuk Republik Nagorno-Karabakh, dalam perang tahun 1990-an yang merenggut 30 ribu nyawa.
Pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan Karabakh, salah satu konflik terburuk yang muncul dari runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, sebagian besar terhenti sejak perjanjian gencatan senjata tahun 1994.
Prancis, Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah menengahi upaya perdamaian sebagai "Grup Minsk" tetapi dorongan besar terakhir untuk kesepakatan damai gagal pada tahun 2010. ( Baca juga: AS Akui Genosida Armenia, Turki Kesal )
"Berdasarkan situasi saat ini, pertemuan luar biasa Majelis Nasional diadakan. Setelah berbicara dengan anggota parlemen, saya mengumumkan bahwa saya telah menyatakan darurat militer dan mobilisasi skala penuh orang-orang yang berusia lebih dari 18 tahun," kata Poghosyan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (27/9/2020).
Poghosyan, yang pemerintahannya mendapat dukungan penuh dari Armenia, juga mengatakan kota Stepanakert telah ditembaki. "Permukiman sipil, termasuk ibu kota, Stepanakert, juga menjadi sasaran tembakan artileri," ungkapnya. ( Baca juga: Pertempuran Kembali Meletus di Nagorno Karabakh )
Bentrokan terburuk sejak 2016 ini sendiri telah meningkatkan momok perang skala besar baru antara musuh bebuyutan Azerbaijan dan Armenia yang telah terkunci selama beberapa dekade dalam sengketa wilayah atas Nagorno Karabakh
Seperti diketahui, separatis etnis Armenia merebut Karabakh dari Baku, yang kemudian membentuk Republik Nagorno-Karabakh, dalam perang tahun 1990-an yang merenggut 30 ribu nyawa.
Pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan Karabakh, salah satu konflik terburuk yang muncul dari runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, sebagian besar terhenti sejak perjanjian gencatan senjata tahun 1994.
Prancis, Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah menengahi upaya perdamaian sebagai "Grup Minsk" tetapi dorongan besar terakhir untuk kesepakatan damai gagal pada tahun 2010. ( Baca juga: AS Akui Genosida Armenia, Turki Kesal )
(esn)
Lihat Juga :