Suntik Warga dengan Vaksin Eksperimen, China Klaim Dapat Dukungan WHO
Sabtu, 26 September 2020 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
China telah menjadi salah satu pemain terbesar dalam perlombaan global untuk mengembangkan vaksin virus Corona. Saat ini ada 11 vaksin dalam uji klinis dan empat dalam uji coba Fase 3. Menurut WHO, secara global, ada 38 vaksin dalam uji coba manusia, sembilan di antaranya telah mencapai tahap pengujian terakhir.
Bulan lalu, Zheng mengungkapkan dalam wawancara dengan CCTV penyiar negara bahwa China telah menggunakan vaksin virus Corona eksperimental pada orang-orang dalam profesi "berisiko tinggi" sejak 22 Juli.
Dalam sebuah wawancara ia mengatakan pekerja yang berisiko tinggi terpapar virus - termasuk personel medis garis depan, personel pencegahan epidemi, staf medis di klinik demam, dan petugas bea cukai serta perbatasan - memenuhi syarat untuk menerima vaksin.
Vaksin, yang belum menyelesaikan uji coba Tahap 3 itu, dikembangkan oleh Perusahaan Grup Biotec Nasional China milik negara, yang dikenal sebagai Sinopharm.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs Sinopharm bulan ini, perusahaan mengatakan dua kandidat vaksinnya telah diberikan "ratusan ribu kali" di bawah program penggunaan darurat yang disetujui oleh pemerintah.
Vaksin tersebut digunakan pada para profesional medis, diplomat yang dikerahkan ke negara-negara berisiko tinggi, dan karyawan perusahaan milik negara yang bekerja di luar negeri di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan China, menurut penasihat umum perusahaan, Zhou Song.
Bulan lalu, Zheng mengungkapkan dalam wawancara dengan CCTV penyiar negara bahwa China telah menggunakan vaksin virus Corona eksperimental pada orang-orang dalam profesi "berisiko tinggi" sejak 22 Juli.
Dalam sebuah wawancara ia mengatakan pekerja yang berisiko tinggi terpapar virus - termasuk personel medis garis depan, personel pencegahan epidemi, staf medis di klinik demam, dan petugas bea cukai serta perbatasan - memenuhi syarat untuk menerima vaksin.
Vaksin, yang belum menyelesaikan uji coba Tahap 3 itu, dikembangkan oleh Perusahaan Grup Biotec Nasional China milik negara, yang dikenal sebagai Sinopharm.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs Sinopharm bulan ini, perusahaan mengatakan dua kandidat vaksinnya telah diberikan "ratusan ribu kali" di bawah program penggunaan darurat yang disetujui oleh pemerintah.
Vaksin tersebut digunakan pada para profesional medis, diplomat yang dikerahkan ke negara-negara berisiko tinggi, dan karyawan perusahaan milik negara yang bekerja di luar negeri di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan China, menurut penasihat umum perusahaan, Zhou Song.
Lihat Juga :