Dampak Perang Dagang: Canton Fair Sepi, Industri Ekspor China Terguncang

Senin, 28 April 2025 - 14:41 WIB
loading...
Dampak Perang Dagang:...
Imbas perang dagang AS-China, Canton Fair 2025 terlihat lebih sepi dari pameran sebelumnya. Perang dagang telah membuat industri ekspor China terguncang. Foto/via Global Times
A A A
JAKARTA - Canton Fair, yang dulunya merupakan pusat perdagangan global yang ramai, resmi dibuka pada 15 April, menghadirkan lebih dari 30.000 peserta pameran di area seluas 200 lapangan sepak bola. Namun, keramaian pembeli internasional yang biasa terlihat kini terasa sepi.

Mengutup dari European Times, Senin (28/4/2025), para klien dari Eropa dan Amerika—yang selama ini menjadi pemain kunci—menarik diri, meninggalkan stan-stan pameran yang lebih sunyi dari sebelumnya. Alasannya jelas: tarif yang melonjak dan ketegangan perdagangan yang memanas.

Dengan tarif Amerika Serikat yang melambung hingga 245%, produsen China kini berjuang keras untuk mempertahankan bisnis mereka. Pesanan dari pembeli Barat menurun drastis, memaksa para eksportir mencari jalan bertahan—mulai dari perdagangan transhipment, membidik pasar alternatif, hingga sekadar menunggu perubahan kebijakan.

Baca Juga: Perang Dagang Membara, China Perintahkan Semua Maskapai Campakkan Boeing

Sementara pabrik-pabrik tutup dan pembayaran macet, pertanyaan besar mulai menghantui: Apakah dominasi ekspor China mulai runtuh? Canton Fair yang dulu penuh semangat kini memantulkan bayangan industri yang sedang sakit.

Hingga 8 April, hanya 170.000 pembeli luar negeri yang mendaftar ke Canton Fair, turun 30% dibandingkan sesi sebelumnya. Yang lebih mencemaskan, jumlah pembeli dari Amerika Serikat dan Eropa kini hanya 10% dari total peserta—kurang dari setengah dari biasanya. Absennya klien-klien Barat telah mengguncang industri ekspor China.

Para eksportir di Canton Fair menggambarkan suasana penuh ketidakpastian. "Pasar AS membeku," ujar seorang peserta pameran, mengisyaratkan hilangnya pembeli Amerika yang dulu menjadi tulang punggung bisnis mereka.

Perang Dagang AS-China


Di balik pintu tertutup, suara-suara kecemasan terdengar makin keras, menyebut situasi ini sebagai "momen hidup atau mati" bagi perdagangan. Saat tarif melambung, bisnis-bisnis yang selama ini mengandalkan pesanan Barat mulai goyah, mempertanyakan apakah status China sebagai pabrik dunia perlahan memudar di bawah tekanan yang terus meningkat.

Perang dagang yang memanas antara AS dan China telah menjerumuskan para eksportir ke dalam krisis. Selama bertahun-tahun, dunia usaha menahan beban tarif yang meningkat, namun gelombang terbaru ini terasa jauh lebih menghantam. Sebagai respons atas sikap balasan Beijing, Washington menaikkan tarif impor dari China hingga 245%, memutus salah satu jalur hidup utama bagi para produsen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Terungkap, Serangan...
Terungkap, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar Pesawat Pangkalan Udara Israel
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved