Sebanyak 250 Kapal Ikan China Serbu Lepas Pantai Peru Memicu Kemarahan
Sabtu, 26 September 2020 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah rahasia umum bahwa setiap tahun kapal terutama dari China...dipasang tepat di tepi 200 mil dari Peru untuk mengekstrak sumber daya ini," kata Cayetana AljovĂn, presiden Masyarakat Nasional untuk Penangkapan Ikan.
"Dengan mengekstraksi sumber daya yang tidak diatur di perairan tersebut, hal itu dapat berdampak negatif pada ekosistem Peru."
Pemerintah Peru menyetujui undang-undang pada bulan Agustus yang mewajibkan kapal lokal dan asing yang beroperasi di lepas pantainya menggunakan peralatan GPS dan SISESAT, sistem pelacakan satelit untuk kapal.
Portoccarero menyatakan armada kapal China telah hadir di Samudera Pasifik selama bertahun-tahun, mulai dari bagian utara Chile, pesisir Peru hingga dekat Kepulauan Galapagos, tergantung pola migrasi cumi-cumi tersebut.
Dia menambahkan bahwa pada tahun 2004, tiga kapal berbendera China ditangkap di wilayah maritim Peru, setelah operasi dengan kapal selam dan helikopter Angkatan Laut, meskipun armada semacam ini ditemukan di tempat-tempat di seluruh dunia.
"Kami punya satu besar di depan Argentina, satu lagi di utara Brasil, ada beberapa di sekitar Australia, Selandia Baru, Afrika Timur, dan di Samudra Hindia. Ini masalah global," katanya.
"Dengan mengekstraksi sumber daya yang tidak diatur di perairan tersebut, hal itu dapat berdampak negatif pada ekosistem Peru."
Pemerintah Peru menyetujui undang-undang pada bulan Agustus yang mewajibkan kapal lokal dan asing yang beroperasi di lepas pantainya menggunakan peralatan GPS dan SISESAT, sistem pelacakan satelit untuk kapal.
Portoccarero menyatakan armada kapal China telah hadir di Samudera Pasifik selama bertahun-tahun, mulai dari bagian utara Chile, pesisir Peru hingga dekat Kepulauan Galapagos, tergantung pola migrasi cumi-cumi tersebut.
Dia menambahkan bahwa pada tahun 2004, tiga kapal berbendera China ditangkap di wilayah maritim Peru, setelah operasi dengan kapal selam dan helikopter Angkatan Laut, meskipun armada semacam ini ditemukan di tempat-tempat di seluruh dunia.
"Kami punya satu besar di depan Argentina, satu lagi di utara Brasil, ada beberapa di sekitar Australia, Selandia Baru, Afrika Timur, dan di Samudra Hindia. Ini masalah global," katanya.
(min)
Lihat Juga :