Paradoks Pemakaian Masker dan Pelarangan Cadar di Eropa

Jum'at, 25 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
“Saya kira peraturan ini ironis karena pada saat bersamaan pemerintah membatasi pergerakan dan pemberdayaan perempuan aktif yang mengenakan cadar,” ujar Sanja Bilic dari Forum Perempuan Muslim Eropa (EFMW). “Beberapa dari mereka kini memutuskan untuk tinggal di rumah saja,” tambahnya.

Bilic menambahkan, pelarangan burqa, niqab, dan cadar merupakan tindak kriminalisasi terhadap kebebasan berpakaian di Eropa. Selain itu, peraturan tersebut secara tidak langsung memperburuk citra agama dan meningkatkan Islamofobia terhadap perempuan muslim yang juga aktif di dalam kegiatan sosial. (Baca juga: Mapolres Yalimo Papua Diserang, Kasat Intel Terluka Parah)

Sikap intoleran di Eropa juga meningkat. Anggota Parlemen Prancis Anne-Christine Lang juga pernah memilih keluar dari rapat setelah melihat kepala himpunan mahasiswa yang hadir mengenakan hijab. Beberapa orang Eropa beranggapan perempuan muslim dipaksa mengenakan hijab atau cadar oleh keluarganya.

“Tapi saya kurang percaya dengan pendapat tersebut. Faktanya, gelombang protes datang langsung dari pemakai niqab, bukan keluarga,” ujar Bilic. “Sebagian besar dari perempuan muslim juga mengenakan burqa, niqab, dan cadar atas pilihan mereka sendiri karena sebenarnya mereka boleh menampakkan muka.”

Namun, beberapa warga Eropa berpendapat pemakaian niqab dan masker merupakan dua isu yang berbeda. Mahasiswa lokal, Vanessa dan Victoria, mengatakan masker diwajibkan untuk melindungi kesehatan semua orang, sedangkan burqa untuk kelompok tertentu dan belum tentu untuk kelompok yang lain. (Lihat videonya: Warga Wuhan Mulai Beraktivitas Normal Kembali)

“Saya kira masker setidaknya masih membuat saya dapat membedakan mana perempuan dan laki-laki,” kata warga Prancis, Samia. “Intinya, kita perlu menjaga keamanan publik. Jadi Eropa perlu mencari cara untuk menjaga keamanan, sekalipun harus melarang pakaian tertentu, tanpa memasang stigma pada kelompok tertentu.” (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Kronologi CIA Ubah Pandangan...
Kronologi CIA Ubah Pandangan Asal-usul Covid-19, dari Kebocoran Laboratorium?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
AS Naikkan Level Ancaman...
AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya
Rekomendasi
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved