China Paksa Orang-orang Tibet Masuk ke Kamp Kerja Paksa Mirip di Xinjiang
Jum'at, 25 September 2020 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok hak asasi manusia telah mengkritik hal ini dan mengatakan bahwa langkah seperti itu ditujukan untuk pelatihan ideologis dan memiliki elemen koersif. (Baca: Li Meng Yan Janjikan Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )
“Sekarang ini, menurut pendapat saya, serangan terkuat, paling jelas dan terarah terhadap mata pencaharian tradisional Tibet yang telah kita saksikan hampir sejak Revolusi Kebudayaan tahun 1966 hingga 1976," kata Adrian Zenz, seorang peneliti Tibet
dan Xinjiang independen, yang menyusun temuan inti dari program tersebut, seperti dikutip oleh Reuters.
"Ini adalah perubahan gaya hidup yang memaksa dari nomadisme dan bertani menjadi buruh upahan," ujarnya.
China menguasai Tibet pada 1950-an ketika mencaplok Daerah Otonomi Tibet. Wilayah tersebut mengalami pemberontakan besar-besaran pada tahun 1959, tetapi pasukan China menumpasnya.
Dalai Lama, salah satu ikon perlawanan Tibet yang khawatir akan keselamatannya, melarikan diri ke India dan mengasingkan diri di Dharamshala. Orang-orang Tibet telah melawan pendudukan China selama beberapa dekade. Gerakan tersebut kini telah dihidupkan kembali setelah bentrokan berdarah yang menewaskan seorang tentara Tibet dari Pasukan Perbatasan Khusus India.
“Sekarang ini, menurut pendapat saya, serangan terkuat, paling jelas dan terarah terhadap mata pencaharian tradisional Tibet yang telah kita saksikan hampir sejak Revolusi Kebudayaan tahun 1966 hingga 1976," kata Adrian Zenz, seorang peneliti Tibet
dan Xinjiang independen, yang menyusun temuan inti dari program tersebut, seperti dikutip oleh Reuters.
"Ini adalah perubahan gaya hidup yang memaksa dari nomadisme dan bertani menjadi buruh upahan," ujarnya.
China menguasai Tibet pada 1950-an ketika mencaplok Daerah Otonomi Tibet. Wilayah tersebut mengalami pemberontakan besar-besaran pada tahun 1959, tetapi pasukan China menumpasnya.
Dalai Lama, salah satu ikon perlawanan Tibet yang khawatir akan keselamatannya, melarikan diri ke India dan mengasingkan diri di Dharamshala. Orang-orang Tibet telah melawan pendudukan China selama beberapa dekade. Gerakan tersebut kini telah dihidupkan kembali setelah bentrokan berdarah yang menewaskan seorang tentara Tibet dari Pasukan Perbatasan Khusus India.
Lihat Juga :