Masuk Blacklist PBB, Perusahaan Israel Teken Kontrak dengan UEA

Kamis, 24 September 2020 - 11:11 WIB
loading...
Masuk Blacklist PBB,...
Foto/Ilustrasi
A A A
ANKARA - Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel mengumumkan perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk menormalkan hubungan mereka pada 13 Agustus lalu. Langkah tersebut diikuti dengan serangkaian pengumuman tentang kesepakatan dan kontrak antara perusahaan dari kedua negara.

Sejumlah perusahaan UEA telah menandatangani kontrak dengan perusahaan dan bank Israel yang masuk dalam daftar hitam PBB karena mendukung pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Begitu laporan investigasi yang diturunkan kantor berita Anadolu.(Baca juga: UEA Rencanakan Kunjungan Resmi Pertama ke Israel pada 22 September )

Dikutip dari kantor berita yang berbasis di Turki itu, Kamis (24/9/2020), di antara kontrak yang diumumkan oleh media UEA, salah satu kesepakatan yang terjadi melibatkan Bank Leumi sebuah bank yang masuk dalam daftar hitam PBB.

Menurut media resmi Emirat, bank Israel ini telah menandatangani perjanjian dengan tiga bank teratas UEA yaitu Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB), First Abu Dhabi Bank, dan Emirates NBD.

Bank Hapoalim, bank Israel lain yang masuk daftar hitam PBB, dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Emirates NBD, sebuah perjanjian yang dirayakan sebagai yang pertama antara bankir Israel dan Emirat, menurut outlet media Emirat.

Perjanjian yang telah ditandatangani perusahaan UEA dengan perusahaan Israel yang masuk daftar hitam tidak terbatas pada bank. Komisi Film Abu Dhabi (ADFC) mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Israel Film Fund (IFF) dan Jerusalem Sam Spiegel Film & Television School (JSFS) untuk mempromosikan toleransi dan kerja sama budaya antara UEA dan rakyat Israel.

IFF sendiri diawasi oleh Kementerian Kebudayaan Israel dan Dewan Film Israel.

Pada November 2019, surat kabar Israel Haaretz mengatakan bahwa IFF menyetujui pendirian tiga dana bioskop baru, termasuk satu di permukiman Tepi Barat yang diduduki.(Baca juga: Kedutaan Besar UEA di Israel akan Dibuka dalam 3-5 Bulan )

Pada bulan Februari, PBB merilis database 112 perusahaan dalam daftar hitamnya untuk melakukan bisnis di dalam permukiman Israel di Tepi Barat.

Banyak perusahaan internasional telah menangguhkan transaksi mereka dengan rekan-rekan Israel mereka dalam daftar hitam PBB karena takut dituntut oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang diperkirakan akan segera memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan kriminal atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di wilayah pendudukan di wilayah Palestina.

Warga Palestina telah lama menyerukan penghentian segera transaksi dengan perusahaan Israel yang masuk daftar hitam.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Berita Terkini
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved