Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout

Senin, 27 Juli 2026 - 07:47 WIB
loading...
Pengemudi Mobil yang...
Abdul Ballout, tersangka pengemudi mobil yang tabraki kerumunan pawai LGBTQ Berlin, ditembak mati oleh pasukan polisi Jerman. Foto/Fabian Sommer/dpa/NDTV
A A A
BERLIN - Polisi Jerman pada hari Minggu menembak mati tersangka pengemudi mobil yang menabraki kerumunan pawai komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) di Berlin. Kematian tersangka telah mengakhiri perburuan selama 24 jam.

Tersangka diketahui bernama Abdul Ballout, warga negara Jerman keturunan Lebanon. Menurut polisi, dia ditembak mati ketika hendak menyerang petugas dengan senjata tajam.

Baca Juga: Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka

Para pejabat menegaskan bahwa semua indikasi menunjukkan bahwa tersangka telah melakukan “serangan teror Islamis”.

Ballout adalah tersangka utama dalam serangan yang terjadi pada Sabtu malam di mana sebuah van menabraki kerumunan orang yang menghadiri acara Berlin Pride di pusat ibu kota Jerman. Serangan mobil tersebut menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya.

Penembakan terhadap tersangka terjadi di Spandau, distrik barat laut Berlin. Polisi mengatakan Ballout meninggal meskipun upaya untuk menyelamatkannya telah dilakukan.

“Sekitar pukul 18.00 (16.00 GMT), tersangka yang terlibat dalam serangan kemarin di Tiergarten ditemukan di kompleks kebun di Spandau,” tulis polisi Berlin di media sosial, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (27/7/2026).

“Menurut temuan awal, dia berlari ke arah petugas sambil membawa senjata tajam; polisi kemudian melepaskan tembakan. Meskipun upaya resusitasi segera dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Berlin, dia meninggal di tempat kejadian," imbuh pernyataan polisi.

Ballout dikenal oleh pihak berwenang karena jumlah kejahatannya yang tinggi sebelumnya dan karena telah menjadi radikal. Demikian diungkap Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt.

“Semua yang kita lihat di sini menunjukkan bahwa ini adalah serangan teror Islamis,” katanya.

Ballout memiliki catatan kriminal yang membuatnya menerima hukuman percobaan selama satu tahun lebih 10 bulan. Menurut laporan media Jerman, dia dihukum karena mempersiapkan tindakan kekerasan subversif yang serius setelah upaya gagal untuk bergabung dengan kelompok Islamic State atau ISIS.

“Dia dikenal oleh kami sebagai anggota lingkaran Islam di Berlin, dan pencarian kami terhadap orang ini sedang berlangsung dengan kecepatan penuh,” kata juru bicara polisi Florian Nath saat pencarian dimulai.

Walaupun penyelidikan masih berlangsung dan pertanyaan diajukan tentang bagaimana Ballout mampu melakukan serangan tersebut meski dikenal oleh polisi, Wali Kota Berlin Kai Wegner menyatakan lega bahwa perburuan telah berakhir.

“Bahwa polisi Berlin telah menangkap tersangka dalam waktu 24 jam adalah keberhasilan besar bagi pihak berwenang yang melakukan penyelidikan,” katanya kepada stasiun televisi RBB. “Dan saya sangat berterima kasih untuk itu.”

Serangan mobil itu terjadi sekitar pukul 22.00 pada hari Sabtu di taman Tiergarten dekat Brandenburg Gate dan mendorong polisi untuk mengakhiri pesta Pride lebih awal. Beberapa korban mengalami luka yang mengancam jiwa.

Polisi melaporkan bahwa setidaknya satu pria meninggalkan kendaraan setelah menabrak kerumunan. Dobrindt mengatakan Ballout diduga kemudian menggunakan parang untuk menyerang lebih banyak orang. Tersangka melarikan diri, dan van tersebut ditinggalkan di taman.

Kanselir Friedrich Merz berjanji pada hari Minggu untuk menghukum para pelaku, mengatakan: "Pemerintah akan mendorong untuk memastikan tindakan mengerikan ini diselidiki dan dihukum sepenuhnya."

Pemimpin Jerman itu juga menyerukan agar Jerman tidak membiarkan serangan itu menciptakan perpecahan dan mengimbau mereka yang menjadi sasaran untuk jangan biarkan diri diintimidasi.

Wegner menyatakan keterkejutannya atas serangan itu, mengatakan: “Setelah parade Pride yang damai dan meriah, aksi unjuk rasa untuk Berlin yang toleran dan damai diserang dengan cara yang paling brutal.”

“Ini adalah serangan terhadap masyarakat kita yang bebas dan kosmopolitan,” imbuh dia.

Meskipun tidak memiliki simpati yang besar terhadap isu LGBTQ, tokoh-tokoh sayap kanan dengan cepat menggunakan insiden ini untuk mendukung agenda anti-imigrasi mereka.

Martin Hess, seorang anggota parlemen dari partai Alternatif untuk Jerman, mengecam serangan mobil itu sebagai akibat dari kegagalan total kebijakan keamanan pemerintah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Jangan Asal Makan Sebelum...
Jangan Asal Makan Sebelum Olahraga, Ini Waktu yang Dianjurkan agar Tubuh Lebih Bertenaga
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Berita Terkini
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved