Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina

Senin, 27 Juli 2026 - 04:40 WIB
loading...
A A A

2. Pernah Dipenjara di Israel

Ia kemudian mengaku bersalah di hadapan pengadilan militer Israel dan dijatuhi hukuman tiga kali penjara seumur hidup. Pengacaranya berpendapat bahwa ia tidak kompeten secara mental pada saat serangan itu terjadi, sebuah klaim yang ditolak oleh pengadilan.

Okamoto tetap dipenjara hingga tahun 1985, ketika Israel membebaskannya sebagai bagian dari Perjanjian Jibril, pertukaran tahanan dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina-Komando Umum yang mengamankan pembebasan tiga tentara Israel yang ditangkap.

Ia kemudian melakukan perjalanan melalui Libya dan Suriah sebelum menetap di Lebanon.

3. Mengklaim sebagai Pejuang Perlawanan Arab

Pada tahun 1997, otoritas Lebanon menangkap Okamoto atas tuduhan terkait tempat tinggal ilegal setelah ia dan anggota Tentara Merah Jepang lainnya ditemukan tinggal di negara itu menggunakan dokumen palsu. Sementara empat anggota lainnya dideportasi ke Jepang, Lebanon memberikan suaka politik kepada Okamoto pada tahun 2000, menolak permintaan Tokyo untuk ekstradisinya.

"Saya adalah pejuang perlawanan Arab. Saya melakukannya untuk Palestina," kata Okamoto saat itu.

4. Beroperasi Bersama Faksi-faksi Palestina

Lahir pada tahun 1947, Okamoto bergabung dengan Tentara Merah Jepang, sebuah organisasi militan Marxis-Leninis revolusioner yang menjalin hubungan erat dengan PFLP di Lebanon selama awal tahun 1970-an.

Aliansi tersebut membuat militan Jepang berpartisipasi dalam operasi bersama faksi-faksi Palestina, termasuk serangan Bandara Lod, sementara JRA kemudian melakukan serangkaian pembajakan dan serangan terhadap misi diplomatik di Eropa, Timur Tengah, dan Asia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Kronologi Bentrokan...
Kronologi Bentrokan Berdarah Sekelompok Pemuda dengan Warga yang Tewaskan 1 Orang di Menteng
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Berita Terkini
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved