Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Senin, 20 Juli 2026 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Ketika hubungan Barat dengan Venezuela memburuk, Caracas mulai dijatuhi sanksi pada 2015. Pada 2018, Venezuela ingin mengambil sisa emasnya karena ekonominya dilanda krisis yang parah.
Pemerintah Presiden Nicolas Maduro—penerus Chavez—kemudian meminta Bank of England mengembalikan sekitar 14 ton emas agar dapat digunakan menopang ekonomi negara. Namun permintaan tersebut ditolak. Saat itu muncul kekhawatiran internasional bahwa dana hasil pencairan emas bisa digunakan pemerintah Maduro di tengah meningkatnya sanksi AS terhadap Venezuela.
Awal 2019 situasi menjadi jauh lebih rumit. Venezuela menyelesaikan transaksi "gold swap" dengan Deutsche Bank sehingga emas yang sebelumnya menjadi jaminan kembali ke rekening Bank Sentral Venezuela di Bank of England. Akibatnya, jumlah emas Venezuela yang berada di London meningkat menjadi sekitar 31 ton.
Namun pada waktu yang hampir bersamaan muncul krisis politik besar. Pada Januari 2019, tokoh oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. AS, Inggris, dan sejumlah negara Barat mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela. Sebaliknya, Rusia, China, Iran, Kuba, dan sejumlah negara lain tetap mengakui Nicolas Maduro sebagai presiden sah.
Persoalan pun berubah bukan lagi mengenai emas, melainkan siapa yang berhak mewakili negara Venezuela. Bank of England menghadapi dua kubu yang sama-sama mengeklaim mewakili Bank Sentral Venezuela. Karena Inggris mengakui Guaido, Bank of England menolak menyerahkan emas kepada pejabat yang ditunjuk Maduro, seperti dikutip dari The Guardian.
Perubahan besar terjadi di Venezuela awal tahun ini, yakni pasukan khusus AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer kilat di Caracas. Maduro pun lengser. Namun, Inggris tetap saja menolak menyerahkan sekitar 31 ton emas milik Venezuela.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa Inggris masih menolak untuk memberikan pengakuan resmi kepada pemerintah di Venezuela yang saat ini dipimpin Delcy Rodriguez, yang berarti logam mulia negara itu akan tetap disimpan di Bank of England.
Pemerintah Presiden Nicolas Maduro—penerus Chavez—kemudian meminta Bank of England mengembalikan sekitar 14 ton emas agar dapat digunakan menopang ekonomi negara. Namun permintaan tersebut ditolak. Saat itu muncul kekhawatiran internasional bahwa dana hasil pencairan emas bisa digunakan pemerintah Maduro di tengah meningkatnya sanksi AS terhadap Venezuela.
Awal 2019 situasi menjadi jauh lebih rumit. Venezuela menyelesaikan transaksi "gold swap" dengan Deutsche Bank sehingga emas yang sebelumnya menjadi jaminan kembali ke rekening Bank Sentral Venezuela di Bank of England. Akibatnya, jumlah emas Venezuela yang berada di London meningkat menjadi sekitar 31 ton.
Namun pada waktu yang hampir bersamaan muncul krisis politik besar. Pada Januari 2019, tokoh oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. AS, Inggris, dan sejumlah negara Barat mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela. Sebaliknya, Rusia, China, Iran, Kuba, dan sejumlah negara lain tetap mengakui Nicolas Maduro sebagai presiden sah.
Persoalan pun berubah bukan lagi mengenai emas, melainkan siapa yang berhak mewakili negara Venezuela. Bank of England menghadapi dua kubu yang sama-sama mengeklaim mewakili Bank Sentral Venezuela. Karena Inggris mengakui Guaido, Bank of England menolak menyerahkan emas kepada pejabat yang ditunjuk Maduro, seperti dikutip dari The Guardian.
Maduro Lengser, Mengapa 31 Ton Emas Masih Disandera?
Perubahan besar terjadi di Venezuela awal tahun ini, yakni pasukan khusus AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer kilat di Caracas. Maduro pun lengser. Namun, Inggris tetap saja menolak menyerahkan sekitar 31 ton emas milik Venezuela.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa Inggris masih menolak untuk memberikan pengakuan resmi kepada pemerintah di Venezuela yang saat ini dipimpin Delcy Rodriguez, yang berarti logam mulia negara itu akan tetap disimpan di Bank of England.
Lihat Juga :