AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 10:50 WIB
loading...
AS Sempat Tunda Mengebom...
Amerika Serikat telah mulai membombardir Iran untuk serangan hari ke-9 berturut-turut. Serangan ini sempat ditunda hingga final Piala Dunia selesai digelar. Foto/X @CENTCOM
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) telah memulai gelombang pengeboman hari kesembilan berturut-turut terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) WIB. Serangan terbaru ini ditunda beberapa jam agar dunia internasional menonton final Piala Dunia dan penyerahan trofi.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa serangan baru telah dimulai pada Minggu pukul 19.00 ET (Waktu Bagian Timur AS atau Senin pukul 02.30 waktu Teheran). Biasanya, serangan AS terhadap Iran diluncurkan antara pukul 14.00 dan pukul 16.00 ET.

Baca Juga: Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir

“CENTCOM mulai melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran pada pukul 19.00 malam ET hari ini untuk malam kesembilan berturut-turut,” kata CENTCOM, mengeklaim bahwa serangan tersebut akan terus menurunkan kemampuan militer Iran yang diduga digunakan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

AS mengakhiri pemboman menjelang matahari terbit, mengakhiri salah satu operasi malam terpendek setelah hanya tiga jam.

CENTCOM tidak menjelaskan waktu pelaksanaannya atau menunjukkan bahwa operasi tersebut sengaja dijadwalkan bertepatan dengan acara sepak bola internasional.

Namun, Presiden AS Donald Trump menghadiri pertandingan di Stadion MetLife di New Jersey, yang berlangsung hingga perpanjangan waktu, dan bergabung dalam acara penyerahan trofi pasca-pertandingan, yang berakhir sesaat sebelum serangan dimulai.

Serangan terbaru ini diluncurkan setelah seorang tentara Amerika kembali tewas akibat serangan drone Teheran di Irak utara pada hari Sabtu.

Trump mengatakan bahwa serangan militer terbaru terhadap Iran dilakukan untuk menghormati anggota militer AS yang tewas dalam beberapa hari terakhir.

“Kami kembali menyerang mereka dengan sangat keras malam ini, dan kami melakukan itu untuk menghormati, mungkin tiga, mungkin tiga patriot hebat,” kata Trump kepada wartawan saat kembali ke Washington setelah final Piala Dunia, yang dikutip AFP.

"Kami merasa sangat sedih,” kata Trump ketika ditanya tentang korban jiwa di kalangan militer AS, menambahkan bahwa mereka yang gugur berjuang agar Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir.

Sebelumnya, CENTCOM mengonfirmasi bahwa seorang tentara militer AS tewas setelah serangan drone Iran di Irak utara pada hari Sabtu. Ini terjadi sehari setelah serangan rudal dan drone Teheran terhadap pangkalan militer di Yordania menewaskan dua tentara AS dan menyebabkan satu lainnya hilang.

Menurut CENTCOM, tentara Amerika tewas di Irak utara selama peledakan terkontrol dari amunisi yang belum meledak dari drone serang Iran yang jatuh, yang juga melukai tentara militer kedua.

Hal ini terjadi ketika AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk hari kedelapan dalam peningkatan konflik.

Kedua pihak telah dituduh menyerang infrastruktur penting dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, Washington telah memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran dan Teheran telah menyatakan Selat Hormuz tertutup serta menargetkan sekutu AS di kawasan itu.

Jumlah korban tewas tentara AS dalam perang melawan Iran kini mencapai 17 personel, setelah seorang pilot Angkatan Laut Amerika yang hilang awal bulan ini dinyatakan meninggal.

Di Iran, setidaknya 50 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka dalam serangan AS selama tiga minggu terakhir, menurut kementerian kesehatan negara tersebut.

Pada hari Minggu, media Iran melaporkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang dibangun di kota Darkhoveyn di barat daya telah diserang pada Sabtu malam. Pulau Qeshm juga diserang.

Badan pengawas nuklir PBB menyerukan pengekangan, sambil mencatat bahwa lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut masih dalam tahap sangat awal dan tidak mengandung material nuklir selama kunjungan terakhirnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved