Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:38 WIB
loading...
Perang Iran Makin Panas,...
AS kerahkan lebih banyak jet tempur siluman F-35 dan pesawat F-16 ke Timur Tengah ketika perang melawan Iran semakin memanas. Foto/US Air Force/Senior Airman Ashley Talley
A A A
TEHERAN - Saat perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran semakin memanas, Pentagon mengerahkan lebih banyak jet tempur siluman F-35 Lightning II dan F-16 Fighting Falcon ke Timur Tengah.

Pengarahan pesawat tempur tambahan itu diungkap Air and Space Forces Magazine, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Jet tempur F-16 yang dikerahkan berasal dari Skuadron Tempur ke-480 di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman. Sedangkan F-35 bersal dari Sayap Tempur ke-48 di RAF Lakenheath, Inggris.

Baca Juga: Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya Hilang

Beberapa pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara juga menuju ke Timur Tengah.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah meningkatkan kampanye udara terhadap Iran sejak gencatan senjata antara kedua pihak runtuh karena perselisihan mengenai Selat Hormuz. Pasukan AS sejak itu telah menyerang infrastruktur, termasuk beberapa jembatan dan target lain di dalam Iran.

AS dan Iran telah saling menyerang selama berminggu-minggu bahkan selama gencatan senjata, di mana Washington menyerang situs militer di sepanjang pantai Iran dan Teheran menembaki pangkalan AS di Teluk dan kapal-kapal komersial.

Tetapi AS telah menarik kekuatan udara yang telah dikerahkan sejak Januari dan Februari untuk Operasi Epic Fury melawan Iran. Setengah lusin pesawat B-52H Stratofortress, yang dikerahkan ke RAF Fairford, Inggris, untuk serangan terhadap Iran, telah kembali ke pangkalan dalam beberapa minggu terakhir, sementara beberapa pesawat B-1B Lancer tetap berada di pangkalan tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan F-15E Strike Eagle, serta pesawat serang A-10 Thunderbolt II juga ditarik kembali ke pangkalan mereka setelah dikerahkan ke Timur Tengah, meskipun banyak pesawat tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut tetap berada di wilayah tersebut.

Pesawat F-16 dari Skuadron Tempur ke-480 baru saja kembali ke Jerman. Namun hanya beberapa minggu setelah pulang, pesawat-pesawat "Wild Weasel" dari unit tersebut, yang khusus dalam menekan pertahanan udara musuh, dikerahkan kembali ke Timur Tengah.

AS juga telah memberlakukan kembali blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sekarang melakukan serangan udara terhadap berbagai target yang lebih luas di dalam Iran.

AS telah melakukan serangan udara selama tujuh hari berturut-turut, peningkatan konflik terbesar sejak nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara ditandatangani pada bulan Juni. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa serangan udara tersebut dirancang untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran.

Pengerahan pesawat tempur tambahan AS menunjukkan bahwa perang dapat meluas karena pemerintahan Trump berupaya menekan rezim Iran untuk menyetujui kesepakatan lain.

Iran telah merespons dengan kekuatan yang lebih besar. Pihak Kuwait mengatakan sebuah pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang, sebuah eskalasi dramatis yang ditujukan pada infrastruktur sipil.

Iran juga menyerang Qatar dan Oman, negara-negara yang sebelumnya diserang dalam konflik yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Sejak kesepakatan gencatan senjata tercapai pada bulan April setelah enam minggu kampanye udara paling intens di Timur Tengah dalam satu generasi, Iran sebagian besar memfokuskan serangan periodiknya pada pangkalan AS di wilayah tersebut, terutama di Bahrain dan Kuwait, sebagai respons terhadap peningkatan ketegangan tertentu, daripada serangan yang lebih luas yang terlihat dalam beberapa hari terakhir.

“Kami masih dalam operasi,” kata Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Kenneth S Wilsbach dalam sebuah wawancara dengan Air and Space Forces Magazine ketika ditanya tentang tindakan Angkatan Udara AS di Timur Tengah.

Dia menolak untuk berkomentar tentang operasi, taktik, platform, atau lokasi tertentu. “Para prajurit Angkatan Udara yang terlibat dan masih terlibat dalam operasi tersebut, mereka melakukan apa yang telah kami latih, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Para prajurit Angkatan Udara telah berada di bawah tembakan sepanjang waktu, namun hal itu tidak memperlambat kami dalam menggunakan kekuatan udara. Jadi, ketika pangkalan diserang, mereka telah memperbaiki pangkalan tersebut, dan mereka terus bergerak," paparnya, yang dilansir Minggu (19/7/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Detik-Detik Gempa Dahsyat...
Detik-Detik Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Lepas Pantai Meksiko, Korban Jiwa Nihil
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
HYBE Umumkan Girl Group...
HYBE Umumkan Girl Group Baru Tuide, Siap Debut Akhir 2026
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
Forum Pemred Minta Hotman...
Forum Pemred Minta Hotman Paris Hormati Profesi Wartawan
Berita Terkini
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved