Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!

Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:46 WIB
loading...
A A A
Gedung Putih menerbitkan empat paket dokumen yang dapat diunduh saat presiden menyampaikan pidatonya. Yang pertama berisi penilaian intelijen dan laporan lain bertanggal antara Januari 2020 hingga Juni 2026, yang menurut pemerintah menunjukkan “bahwa musuh AS, termasuk setidaknya Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, serta kelompok non-negara, memiliki kemampuan untuk mengkompromikan infrastruktur pemilu AS.”

Paket dokumen tersebut mengidentifikasi database pendaftaran pemilih yang terpusat, buku pemungutan suara elektronik, dan situs web resmi pemilu sebagai daerah yang sangat rentan. Dokumen itu juga mengutip informasi intelijen mengenai dugaan rencana Venezuela untuk mengubah total suara secara digital pada pemilu tahun 2020 di AS.

Akuisisi Data Pemilih oleh China


Dokumen kedua berkaitan dengan dugaan akuisisi dan eksploitasi informasi pemilih Amerika oleh China. Gedung Putih mengeklaim bahwa data milik puluhan juta pemilih di 18 negara bagian telah dibeli, dicuri, atau diretas, dan bahwa Beijing menugaskan unit khusus untuk mengeksploitasinya.

Namun, informasi pendaftaran pemilih tersedia untuk umum atau dapat diperoleh secara komersial di banyak negara bagian, dan kepemilikan data tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa surat suara atau total suara terkena dampaknya.

Investigasi Michigan


Rilisan ketiga mencakup penyelidikan pendaftaran pemilih di Muskegon, Michigan. Gedung Putih mengatakan para penggiat mengaku menandatangani formulir atas nama orang lain, mengirimkan pendaftaran untuk individu fiktif, dan menerima kartu hadiah berdasarkan jumlah lamaran yang dikumpulkan.

Trump mengatakan Direktur FBI Kash Patel akan diinstruksikan untuk memastikan bahwa kasus ini diselidiki sepenuhnya dan setiap dugaan kejahatan akan dirujuk ke penuntutan.

Paket terakhir mengutip tinjauan Departemen Keamanan Dalam Negeri yang diduga mengidentifikasi sekitar 278.000 warga non-warga negara yang terdaftar untuk memilih dalam pemilu federal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
Agent Kim Reactivated...
Agent Kim Reactivated Rajai Netflix Global, Jadi Drama Korea Terpopuler di 22 Negara
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved