Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Arah baru ini menyebabkan protes antiperang di jalan-jalan Jepang pada bulan Mei. Namun, jajak pendapat Jiji pada bulan April menunjukkan hanya 19 persen yang menentang RUU baru untuk mereformasi intelijen di dalam negeri. Sekitar 40 persen acuh tak acuh, dan sisanya mendukung.

Kotani mengatakan bahwa ia telah memperhatikan banyak "tabu lama telah hilang" seputar subjek ini dan itu bukan lagi topik yang menjadi perhatian banyak orang Jepang. Ia berkata: "Terutama generasi muda tidak tertarik pada cerita lama seperti itu."

Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II membuat warganya tidak percaya pada pengawasan negara karena Kepolisian Tinggi Khusus masa perang, yang dikenal sebagai Tokko, memantau, menangkap, dan menyiksa warga karena keyakinan politik mereka.

Pasal 9 dalam konstitusinya, yang dirancang pada tahun 1947 tak lama setelah berakhirnya perang, menolak perang, dan Jepang tidak pernah memiliki dinas intelijen asing sendiri. Sebaliknya, Jepang bergantung pada AS.

Upaya untuk membentuk badan keamanan baru telah memicu beberapa kritik domestik, tetapi Hosaka mengatakan bahwa reformasi terbaru tidak berarti kembali ke jenis aparat spionase yang dapat digunakan terhadap warga sipil Jepang.

"Undang-undang itu sendiri tidak menciptakan kekuatan pengumpulan intelijen atau kontra intelijen baru yang signifikan," kata Hosaka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Ini Isi Surat Trump...
Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi
Rekomendasi
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved