Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Itulah, kata Kotani, mengapa “Jepang perlu mengumpulkan intelijen sendiri.”

Jepang saat ini tidak memiliki undang-undang anti-spionase yang akan memudahkan kegiatan intelijen asing untuk tidak dihukum.

Hosaka menjelaskan bahwa mantan perwira intelijen Rusia yang beroperasi di Jepang, seperti Stanislav Levchenko dan Konstantin Preobrazhensky, menggambarkan Jepang sebagai surga bagi mata-mata: “Selama Perang Dingin, intelijen Soviet menargetkan teknologi Jepang, informasi industri dan komersial, serta pangkalan AS di Jepang,” jelas Hosaka. “Sebagai sekutu utama AS di Asia dan ekonomi teknologi maju, Jepang tetap menjadi target intelijen penting bagi Tiongkok, Rusia, Korea Utara, dan lainnya.”

Hosaka mengatakan bahwa yang dibutuhkan Jepang adalah “undang-undang transparansi pengaruh asing untuk meningkatkan transparansi aktivitas lobi aktor asing serta untuk mencegah campur tangan asing ilegal. Dan undang-undang anti-spionase untuk melakukan operasi dan investigasi rahasia menggunakan identitas samaran.”

4. Intelijen Lama Dinilai Mandul

Para ahli mengatakan, hambatan utama dalam struktur desentralisasi Jepang saat ini adalah tidak ada yang memiliki wewenang untuk memaksa kerja sama dari lembaga atau badan lain atau mencegah penyebaran data intelijen.

Kotani menjelaskan bahwa kekuatan politik badan intelijen Jepang saat ini lemah: “Ini karena CIRO tidak diberi mandat hukum apa pun tentang intelijen ketika didirikan pada tahun 1952.”

Kesulitan lain adalah bahwa berdasarkan hukum Jepang saat ini, perwakilan asing yang dicurigai memiliki potensi afiliasi atau campur tangan intelijen sulit untuk dicegat karena dasar hukumnya lemah bagi Jepang.

Takaichi menjabat pada bulan Oktober dan telah mempercepat perluasan ambisi militer dan keamanan Jepang melalui sejumlah langkah, termasuk pembentukan badan intelijen pusat.

5. Anggaran Pertahanan Naik

Pada bulan Desember, kabinet menyetujui anggaran pertahanan terbesar yang pernah ada sebesar USD58 miliar karena Kementerian Pertahanan mengatakan perlu mempercepat "transformasi" dan akan menggunakan lebih dari USD600 juta untuk membangun apa yang disebut perisai drone dan laser untuk melindungi wilayah barat daya.

Pada bulan April, kabinet Takaichi semakin mendekati penghapusan larangan ekspor senjata mematikan yang telah lama berlaku, seperti tank dan kapal perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Menhan Israel Puas Gaza...
Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?
Rekomendasi
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
5 Makanan Pengganti...
5 Makanan Pengganti Nasi Putih untuk Menurunkan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved