Viral, Acara TV Denmark Tampilkan Orang Dewasa Telanjang di Depan Anak Sekolah
Selasa, 22 September 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi setelah tayangan itu menjadi viral di media sosial, beberapa pemirsa menggunakan media sosial untuk mengkritik program tersebut.
Seorang pengguna Twitter berkomentar; "Pertunjukan 'anak-anak' Denmark, 'Ultra Strips Down', mengklaim acara itu mengajarkan anak-anak tentang tipe tubuh dengan membuat orang dewasa telanjang tepat di depan mata mereka! Serangan terhadap anak-anak itu nyata, global dan disengaja. #ProtectChildren."
Peter Skaarup, anggota sayap kanan Partai Rakyat Denmark, bergabung dalam debat publk dengan mengatakan kepada tabloid Denmark; BT: "Masih terlalu dini bagi anak-anak untuk belajar tentang alat kelamin pria dan wanita karena mereka sudah memiliki banyak hal yang berkeliaran di kepala." (Baca juga: Kafe Ganja Pertama Dibuka di Hong Kong, Dijamin Tak Bikin Mabuk )
"Mereka harus mempelajarinya pada waktu yang tepat...sehingga tidak disampaikan dengan cara yang vulgar, seperti yang dilakukan saluran anak-anak," ujar Skaarup, yang dikutip Selasa (22/9/2020).
Jannick Schow, yang mempersembahkan acara tersebut, telah membela program tersebut dari serangan para pengkritik. Dia menjelaskan bahwa acara tersebut menawarkan alternatif dari tubuh "95 persen sempurna" yang disajikan di media sosial.
Berbicara kepada The New York Times, Jannick berkata; "Mungkin beberapa orang seperti, 'Ya Tuhan, mereka menggabungkan ketelanjangan dan anak-anak'."
Seorang pengguna Twitter berkomentar; "Pertunjukan 'anak-anak' Denmark, 'Ultra Strips Down', mengklaim acara itu mengajarkan anak-anak tentang tipe tubuh dengan membuat orang dewasa telanjang tepat di depan mata mereka! Serangan terhadap anak-anak itu nyata, global dan disengaja. #ProtectChildren."
Peter Skaarup, anggota sayap kanan Partai Rakyat Denmark, bergabung dalam debat publk dengan mengatakan kepada tabloid Denmark; BT: "Masih terlalu dini bagi anak-anak untuk belajar tentang alat kelamin pria dan wanita karena mereka sudah memiliki banyak hal yang berkeliaran di kepala." (Baca juga: Kafe Ganja Pertama Dibuka di Hong Kong, Dijamin Tak Bikin Mabuk )
"Mereka harus mempelajarinya pada waktu yang tepat...sehingga tidak disampaikan dengan cara yang vulgar, seperti yang dilakukan saluran anak-anak," ujar Skaarup, yang dikutip Selasa (22/9/2020).
Jannick Schow, yang mempersembahkan acara tersebut, telah membela program tersebut dari serangan para pengkritik. Dia menjelaskan bahwa acara tersebut menawarkan alternatif dari tubuh "95 persen sempurna" yang disajikan di media sosial.
Berbicara kepada The New York Times, Jannick berkata; "Mungkin beberapa orang seperti, 'Ya Tuhan, mereka menggabungkan ketelanjangan dan anak-anak'."
Lihat Juga :