AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua

Selasa, 07 Juli 2026 - 09:45 WIB
loading...
A A A
Departemen Luar Negeri AS mendesak China untuk terlibat dalam diskusi pengendalian senjata yang bermakna dan berkomitmen pada pengaturan pemberitahuan yang teratur untuk semua peluncuran rudal balistik jarak jauh dan peluncuran ruang angkasa.

Selandia Baru mengatakan bahwa uji coba tersebut terjadi dua jam setelah China memberi tahu negara-negara Pasifik tentang peluncuran rudal, tetapi tidak jelas apakah China memberi tahu Amerika Serikat.

Juru bicara Angkatan Laut China, Wang Xuemeng, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di WeChat: "Uji peluncuran tersebut adalah pengaturan rutin dari pelatihan militer tahunan China, dan bahwa negara-negara terkait telah diberitahu sebelumnya."

PerebutanPengaruh di Pasifik


Para pengamat mengatakan bahwa rudal yang ditembakkan dari kapal selam nuklir China tampaknya mendarat di dekat Kepulauan Solomon, negara Pasifik Selatan yang menjalin kesepakatan keamanan rahasia dengan China pada tahun 2022—yang sekarang sedang ditinjau oleh pemerintah baru kepulauan tersebut.

Lyle Morris, seorang peneliti senior di Asia Society Policy Institute, mengatakan bahwa rudal yang diuji tembak tersebut menunjukkan bahwa China memiliki pilihan yang semakin banyak di luar penembakan dari darat.

"Uji coba sepanjang ini merupakan perkembangan besar dan akan menunjukkan bahwa China bergerak menuju kemampuan pencegahan nuklir berbasis laut yang jauh lebih tahan lama dan jangkauannya lebih jauh," katanya.

"Ini menunjukkan bahwa Angkatan Laut China mampu menargetkan daratan Amerika Serikat dari benteng-benteng yang dekat dengan perairan China," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
Berita Terkini
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved